Peserta Uji Kompetensi SKK Konstruksi di Dinas PU Bina Marga Jatim, 40 Peserta Ikuti Sertifikasi Jenjang 7
SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM: PT Utama Lestari Indonesia bersama Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) ATAKI Konstruksi Indonesia dan PT Manajemen Konstruksi Nusantara (MKN) sukses menyelenggarakan Uji Kompetensi Sertifikasi Kompetensi Kerja (SKK) Konstruksi melalui skema Tempat Uji Kompetensi (TUK) Sewaktu di lingkungan Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Utama Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur, Kamis (22/10/2026), tersebut diikuti 40 peserta. Uji kompetensi ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) konstruksi yang profesional, kompeten, dan memiliki pengakuan keahlian sesuai standar nasional.
Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur, Ir. Agus Hari Purnomo, S.T., M.T. Sementara itu, acara secara resmi dibuka oleh Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur, Ir. Seger, S.T., M.T.
Dalam pembukaan kegiatan, pentingnya sertifikasi kompetensi menjadi perhatian utama, terutama untuk memastikan tenaga kerja konstruksi memiliki kualifikasi yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan infrastruktur. Kompetensi tenaga kerja dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga mutu pekerjaan, keselamatan, serta keberlanjutan pembangunan.
Dari pihak penyelenggara, hadir Direktur Utama PT Utama Lestari Indonesia, Abdul Rasyid, S.Ag., bersama Ketua Koordinator Pelaksanaan Uji Kompetensi, Izzatias Hikmah Pratiwi. Keduanya turut mengawal pelaksanaan asesmen agar berjalan sesuai standar dan ketentuan sertifikasi profesi yang berlaku.
Empat Bidang Keahlian Jenjang 7 Diujikan
Dalam pelaksanaan uji kompetensi tersebut, terdapat empat jabatan kerja strategis bidang konstruksi pada Jenjang 7 yang menjadi skema sertifikasi, yakni:
1. Ahli Muda Teknik Jalan – Jenjang 7.
2. Ahli Muda Teknik Material Jalan – Jenjang 7.
3. Ahli Muda Teknik Jembatan – Jenjang 7.
4. Ahli Muda K3 Konstruksi – Jenjang 7.
Keempat bidang tersebut memiliki peran penting dalam mendukung penyelenggaraan pembangunan infrastruktur, mulai dari perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan jalan, pengendalian kualitas material, pembangunan jembatan, hingga penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) konstruksi.
Melalui asesmen kompetensi, kemampuan peserta dievaluasi berdasarkan persyaratan skema sertifikasi yang diikuti. Sertifikasi diharapkan dapat memperkuat profesionalisme tenaga kerja sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap kualitas sumber daya manusia di sektor konstruksi.
Meski demikian, status kompeten masing-masing peserta tetap ditentukan berdasarkan hasil asesmen sesuai mekanisme sertifikasi yang berlaku.
PT Utama Lestari Indonesia Perkuat Kolaborasi Cetak SDM Unggul
PT Utama Lestari Indonesia terus memperkuat perannya dalam mendukung peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui kerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari instansi pemerintah, balai-balai pemerintah, perguruan tinggi negeri dan swasta, hingga sektor swasta nasional.
Pengalaman dalam menjalin kemitraan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memperluas akses peningkatan kompetensi dan sertifikasi bagi tenaga kerja di berbagai bidang, khususnya sektor konstruksi yang membutuhkan SDM berkualifikasi dan berstandar profesional.
Direktur Utama PT Utama Lestari Indonesia, Abdul Rasyid, S.Ag., menegaskan bahwa kegiatan uji kompetensi tidak sekadar menjadi agenda sertifikasi, tetapi juga bagian dari upaya membangun ekosistem SDM konstruksi yang profesional dan berintegritas.
“Kami tidak hanya menggelar uji kompetensi, tetapi membangun ekosistem SDM konstruksi yang berintegritas. Kami telah bermitra dengan banyak instansi pemerintah, balai, universitas, dan swasta di seluruh Indonesia,” ujar Abdul Rasyid.
Ia menambahkan, pelaksanaan uji kompetensi di lingkungan Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur merupakan wujud komitmen perusahaan untuk terus mendukung peningkatan kualitas tenaga ahli konstruksi.
“Kegiatan rutin di Dinas PU Bina Marga Jatim ini adalah wujud nyata kami untuk terus mencetak tenaga ahli yang tersertifikasi, profesional, dan siap bersaing demi terwujudnya Indonesia Emas,” tegasnya.
Dukung Indonesia Emas 2045 dan Infrastruktur Berkualitas
Pelaksanaan TUK Sewaktu tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kualifikasi tenaga kerja konstruksi agar selaras dengan regulasi nasional dan kebutuhan pembangunan yang semakin kompleks.
Di tengah pembangunan infrastruktur yang terus berkembang, ketersediaan tenaga ahli yang kompeten menjadi kebutuhan penting. Infrastruktur berkualitas tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan anggaran dan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan tenaga profesional dalam merencanakan, melaksanakan, mengawasi, serta memastikan keselamatan pekerjaan konstruksi.
Karena itu, penguatan kompetensi melalui sertifikasi diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pembangunan infrastruktur di Jawa Timur maupun tingkat nasional.
Komitmen tersebut sekaligus sejalan dengan cita-cita mewujudkan Indonesia Emas 2045 dan mendukung posisi Jawa Timur sebagai Gerbang Nusantara melalui pembangunan infrastruktur yang berkualitas serta pengembangan SDM unggul.
Melalui kegiatan ini, PT Utama Lestari Indonesia bersama LSP ATAKI Konstruksi Indonesia dan PT Manajemen Konstruksi Nusantara berharap para peserta dapat memenuhi standar kompetensi pada skema masing-masing dan memperoleh Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK) Konstruksi sesuai hasil asesmen.
Peningkatan kompetensi tenaga kerja konstruksi diharapkan menjadi investasi jangka panjang bagi kemajuan sektor konstruksi, keselamatan kerja, dan pembangunan nasional yang berkelanjutan

Posting Komentar