Mantan Ketua KPPAD Anambas Ronald Sianipar, S.H. Ikut Meramaikan Kontestasi Pilkades Desa Sritanjung


Mantan Ketua KPPAD Anambas Ronald Sianipar, S.H. Ikut Meramaikan Kontestasi Pilkades Desa Sritanjung

Ronald Sianipar, SH
ANAMBAS I KEJORANEWS.COM : Nama Ronald Sianipar, S.H. mulai menjadi salah satu figur yang diperbincangkan dalam rencana pemilihan Kepala Desa Sritanjung. Mantan Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kabupaten Kepulauan Anambas tersebut disebut mendapat dorongan dari sejumlah masyarakat untuk ikut dalam kontestasi pemilihan kepala desa.


Ronald Sianipar memiliki latar belakang pendidikan multidisiplin, antara lain bidang keagamaan, hukum, manajemen dan akuntansi, serta pengalaman dalam organisasi, pendidikan, pelayanan masyarakat, dan perlindungan anak.


Dorongan untuk maju sebagai calon kepala desa disebut tidak terlepas dari keprihatinannya terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Sritanjung, khususnya kondisi ekonomi masyarakat nelayan, pendidikan, serta masa depan generasi muda.


Desa Sritanjung yang memiliki sekitar 857 jiwa merupakan desa dengan karakter masyarakat bahari, dengan sebagian besar masyarakat menggantungkan kehidupan pada sektor perikanan. Dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat menghadapi persoalan semakin sulitnya memperoleh hasil tangkapan ikan yang berdampak terhadap pendapatan keluarga nelayan.


Kondisi tersebut, menurut Ronald, perlu dilihat bukan hanya sebagai persoalan perikanan, tetapi sebagai persoalan sosial yang memiliki dampak berantai terhadap kehidupan masyarakat.


“Kalau hasil tangkapan nelayan berkurang, pendapatan keluarga ikut terdampak. Ketika ekonomi keluarga tertekan, pendidikan anak juga bisa terkena dampaknya. Karena itu persoalan desa harus kita lihat secara menyeluruh,” ucapnya Ronald kepada media ini dalam sebuah pembicaraan di Kedai Kopi Tapa Laut, Tarempa, Kecamatan Siantan, Kepulauan Anambas. Jumat, (02/10/2026).


Selain persoalan ekonomi nelayan, perhatian juga diarahkan pada pendidikan. Rendahnya tingkat literasi dan masih adanya anak yang putus sekolah karena faktor ekonomi menjadi salah satu persoalan yang dinilai perlu mendapatkan perhatian.


Ronald menilai pembangunan desa tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik. Menurutnya, peningkatan kualitas manusia harus menjadi bagian penting dari pembangunan desa.


Salah satu gagasan yang muncul adalah penguatan program literasi masyarakat, pendampingan pendidikan anak, pengembangan keterampilan pemuda, serta pemberdayaan keluarga nelayan agar memiliki sumber pendapatan tambahan.


Penguatan Koperasi dan UKM


Di sektor ekonomi, penguatan koperasi nelayan dan usaha kecil masyarakat menjadi salah satu perhatian.


Menurut gagasan yang disampaikan Ronald, koperasi tidak seharusnya hanya menjadi lembaga administratif, tetapi dapat dikembangkan menjadi instrumen ekonomi bersama masyarakat apabila dikelola secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan.


Potensi UKM juga dinilai dapat dikembangkan untuk meningkatkan nilai tambah hasil laut maupun produk masyarakat.


“Ketika hasil tangkapan tidak selalu bisa diandalkan, kita perlu memikirkan bagaimana keluarga nelayan memiliki sumber pendapatan lainnya. Hasil laut bisa dikaji untuk dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah, sementara UKM masyarakat perlu dibantu dari sisi keterampilan, manajemen dan pemasaran,” katanya.


Mendorong Desa yang Sadar Hukum


Latar belakang Ronald di bidang hukum juga menjadi salah satu gagasan yang ingin dibawa dalam pembangunan masyarakat.


Ia menilai masyarakat desa perlu memiliki pemahaman dasar mengenai administrasi, hak dan kewajiban, perlindungan anak, persoalan keluarga, pertanahan, serta berbagai persoalan hukum yang sering muncul dalam kehidupan sehari-hari.


Menurutnya, pemerintah desa dapat berperan membantu masyarakat memperoleh informasi dan akses kepada lembaga yang berwenang, tanpa mengambil alih kewenangan lembaga penegak hukum atau lembaga peradilan.


Desa Bahari dan Kelestarian Laut


Persoalan semakin sulitnya memperoleh ikan juga dinilai perlu dihadapi melalui pendekatan yang lebih luas.


Sritanjung sebagai desa bahari tidak hanya membutuhkan masyarakat yang mampu memanfaatkan laut, tetapi juga masyarakat yang mampu menjaga keberlanjutan sumber daya laut.


Karena itu, penguatan nelayan, pelestarian lingkungan laut, pengumpulan informasi mengenai kondisi perikanan, serta kerja sama dengan instansi terkait dan perguruan tinggi menjadi bagian dari gagasan yang sedang dikembangkan.


Mengandalkan Kolaborasi


Dengan kondisi keuangan desa yang terbatas, Ronald menilai pembangunan tidak dapat sepenuhnya bergantung pada anggaran desa.


Menurutnya, desa perlu membangun jejaring dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, koperasi, organisasi sosial, kelompok masyarakat, serta berbagai pihak yang dapat memberikan kontribusi sesuai aturan.


“APBDes memang penting, tetapi pembangunan desa tidak boleh berhenti hanya karena anggaran terbatas. Desa harus mampu membangun jejaring dan menghubungkan masyarakat dengan sumber daya, pengetahuan, pasar dan peluang yang ada di luar desa,” ujarnya.


Jika akhirnya ikut dalam pemilihan kepala desa, Ronald mengatakan dirinya ingin membawa pengalaman pendidikan, organisasi, pelayanan sosial dan pekerjaan yang selama ini dijalani untuk menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat Sritanjung.


Ia juga menekankan pentingnya pemerintahan desa yang transparan, akuntabel dan melayani seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang.


Bagi Ronald, jabatan kepala desa bukan semata-mata soal posisi, tetapi merupakan amanah untuk bekerja bersama masyarakat.


“Saya tidak datang membawa janji bahwa semua persoalan desa dapat saya selesaikan seorang diri. Yang saya bawa adalah ilmu, pengalaman, jaringan dan kemauan untuk bekerja bersama masyarakat,” ujarnya.


Yuni S

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama