Penembakan Pengawal MRS, Bareskrim Polri Membuka Ruang Informasi atau Saksi Baru


Penembakan Pengawal MRS, Bareskrim Polri Membuka Ruang Informasi atau Saksi Baru

Kabareskrim Polri, Komjen Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo, MSi
NASIONAL I KEJORANEWS.COM :Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo, MSi menjelaskan perkembangan pasca gelaran rekonstruksi kasus penembakan pengawal Habib Muhammad Rizieq Syihab (MRS).
 
Dalam rekonstruksi yang dilakukan, Polri selalu berkerja secara profesional, transparan dan objektif. Dan di dalam setiap kegiatan Polri selalu didampingi oleh pengawas internal yaitu Divisi Propam Polri.
 
"Rekonstruksi yang dilakukan bukanlah hasil final, nantinya apabila terdapat temuan baru terkait dengan penambahan keterangan informasi, saksi maupun bukti lainnya tentunya tidak menutup kemungkinan dapat dilanjutkan kedalam tahap rekonstruksi lanjutan," terangnya.
 
 
Ia menambahkan, tentunya untuk perkembangan penyelidikan selanjutnya bahwa Polri selalu membuka ruang apabila terdapat informasi ataupun saksi baru yang memahami dan mengetahui peristiwa yang terjadi untuk dapat dilakukan pemeriksaan dan menjadi tambahan dalam kelengkapan penyidikan.
 
"Polri akan terus menjaga transparansi dan profesionalisme maka di setiap perkembangan kasus ini ada dilakukan update," ungkapnya di Lt. 1 Gedung Bareskrim Polri, Jakarta (15/12).
 
Ia melanjutkan, rekonstruksi adalah bagian dari penyidikan tentunya terhadap temuan baru penyidik selalu menerima apabila hal tersebut berhubungan langsung dengan temuan di lapangan dan saksi akan di akomodir karena hak ini merupakan bagian dari profesionalisme.
 
Proses yang ditangani saat ini terkait dengan adanya laporan penyerangan terhadap petugas namun tentunya penyidik akan mendudukan dalam posisi yang jika ada pendapat lain akan tetap dihargai.
 
"Kasus ini sedang berproses dan diserahkan kepada penyidik Bareskrim Polri untuk terus dilanjutkan sehingga hasil akhir penyidikan dapat betul-betul dipertanggung jawabkan," pungkas Komisaris Jenderal Polisi.
 
 
Andi Pratama
Lebih baru Lebih lama