{[["☆","★"]]}
Yusrizal, S.H., saat Membacakan Amanat
Gubernur Kepri tentang 4 Pilar Kebangsaan
LINGGA I KEJORANEWS.COM : Empat pilar kebangsaan adalah: 1. Pancasila adalah dasar negara, falsafah dan pandangan hidup bangsa Indonesia. 2. UUD Begara Republik Indonesia tahun 1945 adalah landasan konstitusional dam bernegara. 3. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah konsensus yg harus dijaga keutuhannya. Dan ke 4. Bhinneka Tunggal Ika adalah semangat untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. 

Empat (4) pilar kebangsaan Indonesia itu disampaikan oleh Yusrizal, S.H.,  asisten II Pemkab Lingga yang mewakili Bupati Lingga Alias Wello dalam pembacaan amanat Gubenur Kepri Nurdin Basirun, pada acara sosialisasi 4 pilar kebangsaan di ruang serba guna hotel One Dabosingkep. Selasa (7/8/2018).

Yusrizal menyampaikan bahwa perlunya disosialisasikan 4 pilar tersebut mengingat akhir- akhir ini kehidupan berbangsa dan bernegara mulai memilukan dan memprihatinkan dengan persoalan yang menjurus ke anarkis bahkan kriminalitas.

Lanjutnya, sesuai dengan perkembangan teknologi maka setiap warga negara harus memahami secara utuh dan benar tentang nilai-nilai kebangsaan yang akan memperkuat kehidupan berbangsa  dan bernegara. Khususnya bagi generasi muda selaku penerus bangsa.

Dikatakannya, Pemprov Kepri mengapresiasi dan memyambut baik sosialisasi 4 konsensus dasar negara ini yang menjadi pilar kebangsaan  itu. Namun 4 pilar tidak langaung digunakan sejak keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) sesuai amar no 100/PUU- XI/2014, yang membatalkan frasa" empat pilar berbangsa dan bernegara", dalam pasal 34 ayat ( 3b ) huruf a Undang-Undang nomor 2 tahun 2011 tentang perubahan atas Undang-Undang nomo2  tahun 2008 tentang partai politik, " ungkap Yus.

Yus menambahkan," Teks pancasila tetap sama sejak 1945 sebagai ideologi negara tetapi tafsirnya harus senantiasa kontektual, sesuai demokrasi yang berkembang.

" Semoga empat konsensus kebangsaan ini dapat kita tanamkan ke dalam diri setiap anak bangsa, terutama kaum pemuda karena rasa cinta tanah airlah yang harus menjadi modal dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. " Terangnya.

Harapannya, konsensus bersama itu tidak hanya sekedar sosialisasi namun juga dapat memberikan pendidikan politik, terlebih agar dapat diinternalisasikan dan diimplementasikan nilai-nilai kebangsaannya dalam kehidupan berbangsa sekaligus memperkuat rasa cinta tanah air serta berjiwa Bhineka Tunggal Ika.

Mardian
 
Top