Pelaku Usaha Mikro Bisa Ajukan Pinjaman Ultra Mikro ( UMi) BRI


Pelaku Usaha Mikro Bisa Ajukan Pinjaman Ultra Mikro ( UMi) BRI

Haripinto Anggpta DPD RI dan Syahrinal Kacab BRI Ranai-
NATUNA | KEJORANEWS.COM :   Pemerintah melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI) sejak tahun 2018 lalu telah  mengeluarkan program kridit lunak bagi pelaku usaha mikro. Kredit lunak tanpa anggunan ini diberi nama UMi atau singkatan dari Ultra  Mikro, memiliki tenor waktu pembayaran lebih singkat, yakni hanya 3 bulan. Pinjaman yang dapat diajukan maksimal Rp.10 juta, dan minimal Rp.500 ribu.


Persyaratan pengajuan kredit UMi sama seperti pengajuan kredit perbankan lainnya, yakni Surat Keterangan Usaha, Foto copy KTP suami Istri, Foto copy KK, Surat Nikah dan pas photo. Sejak  diluncurkan di Natuna, pada bulan Juni lalu hingga saat ini, jumlah nasabah UMi belum terlalu banyak, karena pihak BRI juga masih dalam tahap memperbanyak agen BRIlink untuk penyaluran kredit UMi.


Kepala Cabang Pembantu BRI Ranai, Syahrinal di Ranai menjelaskan program kredit UMi ini diluncur dalam upaya membantu masyarakat terutama pelaku usaha mikro agar tidak meminjam uang kepada rentenir atau yang lebih dikenal di masyarakat Natuna dengan istilah Bank harian atau Bank keliling.


"Ya proses pengajuan pinjaman UMi ini memang melalui agen BRIlink, sejauh ini memang belum banyak nasabahnya, kita juga masih mencari agen BRIlink, karena tenornya tidak lama, jadi tidak perlu anggunan, namun akan kita pantau terus para nasabah UMi," jelas Syahrinal di Ranai, Minggu (17/07/2022).


Sejauh ini nasabah UMi terbanyak berada di Kecamatan Bunguran Barat. Sementara itu, pembayaran kredit UMi dapat dilakukan dengan sistem harian, mingguan atau bulanan, tergantung nasabah dan kesepakatan dengan pihak BRI.


Persyaratan pinjamana UMi sangat  mudah, namun dengan kemudahan tersebut diharapkan masyaarakat tetap bertanggung jawab dengan dana yang dipinjamnya, mengembalikan secara tepat waktu.


Anggota Komite IV DPD RI Haripinto Tanuwidjaja  mengatakan, program UMi sangat membantu pelaku usaha Mikro di Indonesia, terutama Natuna, pihaknya sangat mendukung program tersebut,  masyarakat diharapkan dapat memanfaat pinjaman UMI untuk mengembangakan usaha.


"Sangat menarik program UMi ini, kita dukung untuk Kredit Usaha Mikro untuk masyarakat," kata Haripinto di Ranai.


Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) merupakan program tahap lanjutan dari program bantuan sosial menjadi kemandirian usaha yang menyasar usaha mikro yang berada di lapisan terbawah, yang belum bisa difasilitasi perbankan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). UMi memberikan fasilitas pembiayaan maksimal Rp10 juta per nasabah dan disalurkan oleh lembaga Perbankan dan Non Bank milik pemerintah, salah satunya adalah Bank Rakyat Indonesia.


Mengutip dari kantor Berita Antara, BRI memang berupaya terus memperluas jangkauannya dalam mengucurkan kredit segmen mikro, yang tercermin dari jumlah nasabah pinjaman segmen mikro BRI yang melonjak 13,5 persen dari 11,7 juta pada 2020 menjadi 13,3 juta pada 2021. Strategi BRI dalam menjaring segmen mikro semakin kuat berkat peran perseroan sebagai pemimpin Holding UMi yang menaungi PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan PT Pegadaian.


Jumlah nasabah kredit mikro di BRI Group pada tahun lalu telah menyentuh 31,1 juta, terutama karena tambahan 6,6 juta nasabah dari Pegadaian dan 11,2 juta nasabah dari PNM. Melalui keberadaan Holding UMi, BRI diharapkan dapat melakukan akselerasi dalam mendongkrak kinerja perekonomian rakyat melalui UMKM yang jumlah dan potensinya sangat besar. Holding UMi diyakini akan mengakselerasi pertumbuhan UMKM serta sangat potensial untuk menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih produktif, serta meningkatkan pendapatan masyarakat di segmen UMi.


(Piston)

Lebih baru Lebih lama