{[["☆","★"]]}
BATAM I KEJORANEWS.COM : Mirza Racdzik alias Panjang terdakwa kasus narkotika sabu seberat 22,07 gram divonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam dengan hukuman pidana penjara selama 7 tahun dengan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan penjara. Kamis (5/1/167).

Hakim Ketua Majelis Zulkifli didampingi Hera Polosia Destiny dan Iman Budi Putra Noor dalam amar putusannya mengatakan, terdakwa terbukti bersalah melanggar dakwaan primair penuntut umum, pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) UU R.I. No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan dakwaan kedua atau subsider pasal 112 Ayat (2) UU R.I. No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

" Menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 7 tahun dengan denda Rp 1 miliar, dan apabila tidak dibayar diganti dengan hukuman 6 bulan penjara," ujar Zulkifli S.H., M.H.

Atas putusan itu, terdakwa Mirza maupun Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yan Elhass Zeboea S.H., menyatakan menerimanya.

Dalam kasus ini, sesuai dakwaan penuntut umum, terdakwa ditangkap setelah Anggota Kepolisian Resnarkoba Polresta Barelang melakukan pengembangan dari penangkapan Ade Ferantika Canafri (dilakukan penuntutan terpisah) pada hari Sabtu tanggal 30 Juli 2016 sekira pukul 19.00 Wib.

Selanjutnya 3 orang Anggota Kepolisian Resnarkoba Polresta Barelang pada hari Rabu tanggal 3 Agustus 2016 sekira pukul 18.30 Wib mendatangi terdakwa yang sedang duduk sambil menunggu pembeli di Ruli Kampung Aceh Muka Kuning.  Polisi yang mendatangi terdakwa memperkenalkan diri dari kepolisian, mendengar hal tersebut terdakwa pun berusaha melarikan diri, namun polisi berhasil mengamankan terdakwa. Saat diamankan ditemukan 1 (satu) buah sarung timbangan digital warna hitam berisikan 11 (sebelas) paket/bungkus serbuk kristal jenis shabu yang dibungkus plastic transparan dan dibungkus lagi dengan plastic transparan serta dibungkus lagi dengan plastic warna hitam dari pagar seng yang berjarak dua meter dari tempat terdakwa ditangkap.

Rdk
 
Top