Diperoleh informasi warga di lapangan sempat beredar, ada aliran dana sebesar Rp25 juta diduga sebagai pelicin dan info lapangan pun memberi sinyal dana tersebut diduga mengalir kepada oknum Polda Kepri meski mereka tidak mengetahuinya inisial penerima tersebut.
Namun isu ini dibantah inisial Ags kepada media ini, Ags Simamora mengatakan dia sendiri yang memotong bukit Tiban V dibelakang perumahan Himalaya, dan tidak pernah memberikan uang pelicin, uang sogok ataupun sejenisnya kepada pihak manapun
“ Saya luruskan ya kami tidak pernah kasih uang pelicin, uang sogok ataupun sejenisnya, ke pihak mana pun, termasuk ke Oknum Polda atau instansi lain maupun oknum-oknum lain, ” demikian klarifikasi chat WhatsApp yang dia kirimkan kepada media ini pada, Jumat tanggal (23/10/2026) sekira pukul 13 lewat 43 menit.
Sementara itu,warga sekitar menyoroti pemotongan bukit secara ilegal ini sembari meminta BP Batam bertanggung jawab serta bertindak terhadap kegiatan ilegal tanpa izin ini dan jangan justru mendiamkannya tanpa tindakan apapun.
” Bp Batam tidak boleh mendiamkan ini. Jangan sampai sampai muncul persepsi publik dan menduga kemungkinan ada oknum di bagian penindakan ikut bermain hingga kemudian terjadi pembiaran,” ujar warga tersebut.
Media ini telah menghubungi Deputi Pelayanan Umum BP Batam, Ibu Ariastuty Sirait, meminta konfirmasi langkah atau tindakan BP Batam terkait pemotongan bukit ini secara ilegal ini.
Red

Posting Komentar