![]() |
| Para pelajar saat sedang menyiram tanaman di Lapas Banjar |
Sebanyak 28 pelajar SD, 20 pelajar PAUD, dan 30 orang tua siswa diajak berkeliling menyaksikan langsung berbagai layanan dan fasilitas, mulai dari ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), kandang ayam petelur, dapur sehat, area pertanian cabai, perikanan, ruang kelas pendidikan, Saung Literasi Edukasi dan Kreativitas (SALIRA), klinik, hingga masjid.
Tidak sekadar melihat, para pelajar terlibat langsung dalam kegiatan produktif: memanen telur ayam, menanam dan menyiram tanaman cabai, memanen anggur di rumah kaca, hingga memungut hasil budidaya ikan. Kunjungan ditutup dengan penampilan band warga binaan yang mengajak seluruh peserta bernyanyi bersama, menghadirkan suasana hangat dan penuh semangat.
"Saya senang keliling di Lapas Banjar, jadi tahu bahwa di Lapas ada sekolah tempat belajar, berkarya, dan membuat kerajinan. Tadi saya juga ikut memanen telur, menanam dan menyiram cabai, ikut bernyanyi di panggung musik," ungkap salah satu pelajar dengan antusias.
Guru SDN 2 Pataruman, Erin, menilai kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang tak ternilai. "Mereka bisa melihat langsung kegiatan pembinaan serta belajar tentang disiplin, tanggung jawab, dan menghargai orang lain. Pengalaman ini juga menjadi bahan bagi kami untuk menyampaikan kepada masyarakat bahwa banyak kegiatan positif berlangsung di Lapas Banjar," ujarnya.
Sementara itu, Yanti, salah satu orang tua siswa, turut membagi pandangannya: "Kami melihat warga binaan belajar, berkarya, dan mengikuti kegiatan yang bermanfaat, pertanian, perikanan, pendidikan, hingga kesenian. Hal-hal seperti ini perlu masyarakat ketahui agar lebih memahami kehidupan dan proses pembinaan di Lapas Banjar."
Kepala Lapas Banjar, Tutut Prasetyo, menegaskan bahwa Edu Explore bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan upaya membangun pemahaman masyarakat secara objektif.
"Melalui kegiatan edukasi seperti ini, kami berharap generasi muda dapat memahami bahwa Lapas bukan hanya tempat menjalankan pidana, tetapi juga tempat pembinaan dan pemberian kesempatan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik," tegasnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi jembatan yang memperkuat hubungan positif antara Lapas Banjar dan masyarakat, serta menumbuhkan dukungan luas bagi proses pembinaan dan penerimaan kembali warga binaan setelah menyelesaikan masa tahanannya.
ASEP

Posting Komentar