RDPU DPRD Batam: Kelurahan Batu Selicin Direndam Banjir Setiap Hujan


RDPU DPRD Batam: Kelurahan Batu Selicin Direndam Banjir Setiap Hujan

Suasana Kegiatan

BATAM I KEJORANEWS.COM: Ketua DPRD Batam, Nuryanto menyampaikan bahwa dari tahun 1998, ini sudah bertahun - tahun, diatas drainase ada bangunan, sehingga terjadi pedangkalan dan penyempitan mengakibatkan banjir.

BP Batam bersinergi dengan Pemko Batam mencari solusi. Solusi jangka pendek normalisasi drainase hingga alternatif lain untuk mengurangi dampak banjir di kelurahan Batu Selicin, dan Jangka panjangnya keseluruhan drainase di kota Batam.

"Diatas parit ada pembangunan, dan penutupan akses/jalan. Kita minta dapat mengambil langkah kongkrit dan solusi, bagaimana masyarakat tidak kebanjiran lagi. Jika pihak terkait terlibat menyalahi aturan, kita akan rekomendasikan untuk mengambil langkah hukum," tegasnya, diruang rapat DPRD Batam, Batam Centre - Batam. Senin, (20/06/2022)

"Minggu depan saya minta laporanya. Hari selasa (28/6) sudah ada penyelesaiannya, solusi dan hasilnya. Masyarakat kita minta untuk di edukasi dalam kebersihan drainase," tegasnya lagi.

Hal tersebut disampaikannya dalam memimpin Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) terkait akses jalan dan drainase di Komplek Happy Garden dan sering terjadi banjir di Komplek Baloi Garden - Batu Selicin, Lubuk Baja - Batam.

Sebelumnya, mewakili warga, Leonard menyampaikan bahwa dari bulan Maret ketika musim hujan tiba, parit tidak dapat menampung air sehingga menggenangi jalan dan masuk kepemukiman warga.

Mulai dari parit/drainase yang ada di Hotel 89 (kawasan pasar Penuin), sepanjang di jalan Pembangunan, Lubuk Baja - Batam.

"Di musim hujan, air meluber/meluap, hingga masuk keperumahan warga salah satunya rumah RT, hingga ke dalam Ruko dan juga Mall. Dan hari ini juga kejadian serupa," terangnya.

Untuk itu, lanjutnya mengantisipasi banjir setiap musim hujan, warga selalu melakukan gotong royong melakukan pembersihan. Tapi tidak maksimal, karena aliran parit ada yang masuk ke lahan yang dibatasi dengan tembok beton oleh pemilik (developer perumahaan - PT Putra Jaya Kundur dan Sekarang beralih menjadi PT Putra Jaya Bintan).

"Selain itu, diatas saluran air/drainase banyak terdapat bangunan. Kita minta lahan tersebut bisa dibuka kembali,  Normalisasi drainase hingga di bawah bangunan DC mall, karena merupakan lajur utama air dari kelurahan Batu Selicin menuju laut," tutupnya.

Menyikapi hal tersebut, pihak terkait Badan Pengusahaan (BP) Batam menyatakan penyebab banjir terjadinya penyempitan saluran utama, dimana dimensinya itu lebar drainase 12 sampai 13 Meter dan untuk kedalamannya, 2,5 sampai 3 Meter. Namun, mulai dari DC Mall terjadi penyempitan, lebarnya menjadi 8,5 Meter x 2,5 Meter.

Kemungkinan terbesar terjadi banjir, adanya penyempitan dan sedimentasi sedalam 1 meter lebih, serta pengaruh pasang surut air laut, dan juga terdapat penumpukan sampah yang menyangkut di tiang-tiang rumah sepanjang pinggir laut.

Berikutnya, pihak Pemerintah Kota (Pemko) Batam menyatakan bahwa kegiatan normalisasi drainase dilakukan 1 Tahun 2 kali, mulai dari hotel 89 sampai dengan perumahan Marina Park. Untuk di DC Mall kendalanya karena Posisinya dibawah bangunan dan berbahaya. Jadi, pihaknya tidak mengetahui apakah terjadi penyempitan ataupun sedimentasi.

Lanjutnya, saluran air dari perumahan, dilokasi kebanyakan salurannya kecil menuju saluran utama dan rata-rata banyak tertutup. Selanjutnya terkait adanya penutupan akses/pagar beton di lahan sedianya Fasilitas Umum (Fasum). Pihak pemko sudah berungkali meminta, menyurati dan mengundang pemilik lahan/PT Putra Jaya Bintan. Tapi, tidak ada jawaban hingga detik ini.

Editor:
Andi Pratama

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama