Pegawai Lapangan Bank Mayapada Tipu Seorang Calon Nasabah 3 Juta


Pegawai Lapangan Bank Mayapada Tipu Seorang Calon Nasabah 3 Juta

Nur Asih Calon Nasabah-
MESUJI I KEJORANEWS.COM: Diduga bukan hanya Erita Gusmadi saja yang jadi korban yang dilakukan oleh oknum pegawai lapangan Bank Mayapada berinisial AG. Ternyata masih ada lagi korbannya, kini menimpa seorang janda beranak tiga bernama Nur Asih dari Desa Budi Aji, Kecamatan Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji sebagai calon nasabah Bank tersebut yang diduga ditipu Rp. 3000.000.


Sudah hampir 3 Tahun mengajukan pinjaman ke Bank Mayapada melalui oknum pegawai Bank tersebut yang bertugas dilapangan berisial AG tapi hingga kini belum ada tanggapan dan AG selalu memberi janji dengan dalil akan diproses pengajuannya namun sampai detik ini tak ada kelanjutannya bagaimana bentuknya apa di ACC atau dipulangkan uang tersebut belum ada kejelasan yang pasti.


Nur Asih mengatakan, "ya mas, saya telah ngajukan pinjaman ke Bank tersebut melalui AG dan berkas ajuan tersebut sudah 3 Tahun bahkan uang Rp. 3 juta sudah diterima AG namun sampai saat ini belum ada kejelasan," ungkap Nur.


Ketika ditanya terkait uang tersebut, Nur menjelaskan, dulu niat akan mengajukan pinjaman lalu menyerahkan berkas ke AG dan AG meminta uang nominal Rp. 3000.000(Tiga Juta) dengan dalil agar cepat diproses oleh Manager Bank tersebut dan supaya lancar pengajuannya. Namun sampai saat ini belum ada kabarnya.


"Saya sudah berulang kali mempertanyakan melalui telfon seluler tapi AG hanya menjanjikan akan diproses dan semenjak kejadian itu AG gak pernah ketemu atau menemui saya lagi bahkan hilang tanpa jejak. Kalau saat saat ini saya sudah tidak sabar menunggunya lagi dan akan saya laporkan pegawai lapangan Bank tersebut ke pihak hukum bila AG tidak punya etika baik balikkan uang dan berkas pengajuan saya segera," jelasnya.


"Saudara saya pun sudah saya kabarin, lalu saudara saya bernama Mat Amin langsung menghubungi Manager Bank tersebut. Saya langsung mendengarkannya, kan aneh masak Manager bernama Ujang bilang itu secara kepribadian AG ama saya, tapi saudara saya membantah, karena itu menggunakan atas nama Bank tersebut bukan pribadi dan akhirnya Managernya Ujang akan menegur atau mempertanyakan ke AG terkait permasalahan tersebut mas," ucap Nur ketika bercerita kepada awak media ini.


Harapan saya AG kalau tidak bisa memproses ajuan pinjaman saya, ya balikan uang serta berkas berkas pengajuan tersebut. Bila tidak akan saya laporkan penipuan ke Polres Simpang Pematang karena saya merasa dirugikan," harap Nur.


Ketika dipertanyakan ada bukti ketika memberikan uang tersebut, ia mengatakan, gak ada mas karena saya percaya dengan AG sebab dia memakai baju Bank tersebut bahkan sudah banyak nasabahnya di pasar Simpang Pematang dan apalagi AG pakai Kartu Tanda Anggota(KTA) Bank tersebut yang dikalungkan dilehernya mas, apalagi dia bilang dia juga orang sini dulunya bahkan keluarganya masih domisili disini semua, terangnya.


Ditempat lain, Mat Amin membenarkan kejadian tersebut, benar atas kejadian itu dan saya langsung menghubungi Manager Bank tersebut, ungkapnya.


"Sampai saya kasih waktu 1x28 jam atau 2 hari ke Managernya ketika saya menghubungi lewat telfon seluler agar ada penyelesaikan masalah yang menimpa saudara saya bernama Nur sama AG dan bila tidak ada tanggapan biarkan kami yang mengambil jalan sendiri untuk memperosesnya. Terkait hal itu, sampai sekarang tidak ada kabar atau jalan penyelesaiannya dari Manager Bank tersebut," pungkas Mat Amin, Selasa(28/12/2021).


(Team)

Lebih baru Lebih lama