{[["☆","★"]]}
Proses Pemusnahan Barang Sitaan - 
NATUNA I KEJORANEWS.COM : Sekitar 215 personel gabungan Polres, TNI dan Pemkab Natuna, dilibatkan dalam operasi ketupat Seligi 2019 yang dilaksanakan mulai 29 Mei hingga 10 Juni mendatang, guna pengamanan hari Raya Idul Fitri. 

Sebagai awal pelaksanaan operasi ketupat Seligi 2019 di Natuna, Selasa pagi (28/5/1019) dilaksanakan apel gelar pasukan Operasi ketupat Seligi 2019 di Mapolres Natuna, dengan Ispektur upacara Kapolres Natuna, AKBP. Nugraha Dwi karyanto.

Upacara selain diikuti oleh jajaran Polres Natuna, TNI, Damkar, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Basarnas dan Rapi masing – masing satu Pleton. juga dihadiri sejumlah undangan diantaranya para Pimpinan Forum Koordinasi perangkat Daerah (FKPD), Kepala Sarnas Natuna, sejumlah organisasi Perangkat Daerah (OPD) Natuna serta undangan lainnya.
Apel Gelar Pasukan 


Usai apel gelar pasukan dilanjutkan dengan pemusnahan barang hasil sitaan dalam operasi yang dilaksanakan sejak awal Januari   hingga Mei 2019. Pemusnahan diawali oleh Kapolres Natuna, AKBP Nugraha Dwi Karyanto, serta para pimpinan Forum Koordinasi perangkat Daerah (FKPD) Natuna, Kepala Dinas kesehatan Natuna dan kepala Kantor Sar Natuna.

Adapun pemusnahan dilakukan dengan mengeluarkan isi dari minuman serta membakar dan menimbun semua hasil sitaan yang telah dimusnahkan di salah satu sudut halaman Polres Natuna .

Kapolres Natuna AKBP Nugraha Dwi Karyanto disela – sela pemusnahan menyampaikan bahwa barang – barang tersebut merupakan hasil temuan dalam operasi yang ditingkatkan oleh Polres Natuna .

“ Selain itu barang – barang ini juga ada yang kita dapat dalam operasi gabungan bersama TNI dan Satpol PP, selama bulan suci Romadhan, diwilayah ranai dan sekitarnya,” jelas Kapolres AKBP Nugraha Dwi Karyanto, di mapolres Natuna, Selasa (28/5/2019).

Operasi akan terus dilaksanakan baik oleh Polres Natuna, maupun operasi gabungan bersama TNI. Kapolres menambahkan, saat ini target operasi lebih difokuskan kepada operasi ketupat seligi.

“Barang kadaluarsa, Miras tetap selalu ada sepanjang masa, namun untuk ramadhan fokus utama kita adalah petasan,” tambahnya.

Adapun barang minuman yang dimusnahkan tersebut antara lain tuak, tiger, heneken, petasan, dan produk kadaluarsa.(adw).
 
Top