{[["☆","★"]]}
Wabup Ngesti di antara Peserta
JAKARTA I KEJORANEWS.COM : Wakil Bupati Natuna, Ngesti Yuni Suprapti mengikuti kegiatan Workshop Nasional Wakil Kepala Daerah dan Wakil Walikota se-Indonesia yang diselenggarakan oleh Universitas Ibnu Khaldun – Jakarta, bertempat di Hotel Sultan, Jakarta, rabu (21/11/2018).

Menurut Ngesti ketika dihubungi melalui telepon selulernya, menerangkan bahwa kegiatan ini memiliki tujuan penting bagi menjaga sinergitas dan keharmonisan antara Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah dalam pelaksanaan tugas pengabdian dan pembangunan daerah serta penguatan peran dan fungsinya jabatan Wakil Kepala Daerah.

Ngesti menjelaskan bahwa ketidak harmonisan antara Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah akan berdampak munculnya perpecahan diantara Organisasi Perangkat Daerah sampai pada level Pemerintah Desa, pelaksanaan tugas pemerintahan, pembangunan dan pelayanan publik akan sangat terganggu.

Untuk itu Ngesti merasa sangat bersyukur dapat memenuhi undangan kegiatan yang dirasa sebagai salah satu senjata ampuh bagi menangkal ketidak harmonisan, membangun hubungan tugas yang saling memahami, menghargai dan selanjutnya membangun komitmen bersama bagi memajukan daerah sebagai implementasi amanat undang-undang.

Diterangkan pula bahwa dalam Workshop Nasional kali ini, seluruh peserta kegiatan mendapatkan pembekalan dari Komisi Pemberantasan Korupsi tentang cara dan langkah pencegahan praktek Gratifikasi.

Hal ini penting mengingat salah satu tugas wajib Wakil Kepala Daerah adalah sebagai pejabat pengawasan pelaksanaan pembangunan fisik dan pengawasan bagi pelaksanaan tugas aparatur negara.

Dalam kesempatan tersebut, seluruh peserta sepakat untuk membentuk Asosiasi Wakil Kepala Daerah (Awakada) se-Indonesia, sebagai wadah menampung pemikiran dan pendapat para Wakada dalam membangun daerah.

Kegiatan ini akan berlangsung selama empat hari (21 s.d 24 November 2018) dengan menghadirkan narasumber dari berbagai lembaga, seperti KPK, Direktur Lemhanas, Sekjen Otonomi Daerah, Direktur Gratifikasi KPK dan Direktur Pembinaan dan Pelaksanaan Nilai-Nilai Kebangsaan. 

(Humas_Pro/Red)
 
Top