{[["☆","★"]]}
Wabup Natuna saat Menutup Kegiatan
 Pelatihan Keterampilan
NATUNA I KEJORANEWS.COM:  Sebanyak 31 orang masyarakat Natuna, yang dilakukan pembinaan dan pelatihan Disnakertrans, siap untuk bekerja .Hal ini diungkapkan  Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni  saat menutup Pendidikan dan pelatihan keterampilan bagi mencari kerja di Balai Latihan Kerja (BLK) dinas Kabupaten Natuna, Jumat 3 November 2017 pukul 08.00 Wib.

Program kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Natuna telah berlangsung selama satu bulan untuk mendidik 31 orang Masyarakat Natuna,terhitung mulai awal Oktober hingga Awal November 2017.31 masyarakat ini, dididik untuk teknik las, teknik listrik, dan teknik menjahit.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Tranmigrasi, Husyaini, telah berhasil meningkatkan Sumber daya Manusia untuk bersaing di era Global dalam mengisi pembangunan.

Wakil Bupati Ngesti dan Kadisnakertrans
Husyaini Foto bersama Sejumlah Peserta
 Pelatihan Keterampilan

“Kelulusan peserta dari hasil kompetensi akan di bawah ke Balai kerja di Pusat dan akan di pleno.peserta nanti akan mendapat sertifikat Nasional.” ucap Husaini.

Sementara para Instruktur  didatangkan dari Pusat dan Balai Kerja Provinsi Kepri.Dengan metode ceramah, praktek dan langsung tanya jawab dengan instruktur selama 30 hari.

Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni  aspresiasi terobosan yang dilakukan Disnaker. Menurutnya dengan program itu SDM Natuna siap pakai. Untuk itu ia meminta agar tetap memonitor para peserta pelatihan dan keterampilan.

” Untuk kepala Dinas Pemberdayaan perempuan ,bisa memonitor para Ibu Penjahit,demikian juga tuk kepala Dinas lainya untuk mencari Link kepada perusahaan perusahan yang nantinya masuk ke Natuna untuk memperkerjakan Masyarakat Natuna,”kata ngesti.

Ngesti Yuni  juga menekankan,agar Masyarakat  jangan berharap kerja di kantoran , tapi mampu m menciptakan lapangan kerja sendiri dengan bakat dan keterampilan masing masing.

” Jangan bangga dengan seragam Putih menjadi PTT (pegawai Tak Tetap),hanya dengan pendapatan satu juta empat ratus ribu,klo di banding dari penghasilan menjahit,jauh lebih besar,biaya jahit satu baju aja dua Ratus ribu.” Ucap Ngesti Yuni.

Wabup Natuna Ngesti Yuni juga telah mengunjungi Pusdiklat Migas(pusat pendidikan latihan minyak dan Gas) di Kabupaten Cepu,dan telah mempersiapkan di tahun 2018 nanti, untuk mengikuti Pusdiklat Migas di Cepu.

" Pelatihan di Cepu gratis, daerah hanya memberikan biaya transportasi aja, nanti kepala Dinas mempersiapkanya, karena Natuna sudah punya Kuota di Pusdiklat Migas di Cepu." Terangnya.

Di Tambahkan Ngesti, kedepannya  sudah menjadi Trend, dan menjadi daerah terdepan, perlu meningkatkan kemampuan,sehingga perusahaan yang datang ke Natuna sudah bisa  memperkerjakan Masyarakat Lokal dan mampu bersaing skill dan keterampilan dengan wilayah luar. Hadir dalam kegiatan itu, sejumlah pimpinan  OPD.

Adw
 
Top