Forum Pondok Pesantren Kota Banjar Prihatin Penggerebekan Pesantren Sukoharjo, Minta Penegakan Hukum Secara Tegas dan Adil


Forum Pondok Pesantren Kota Banjar Prihatin Penggerebekan Pesantren Sukoharjo, Minta Penegakan Hukum Secara Tegas dan Adil

Pernyataan sikap Forum Pondok Pesantren Kota Banjar 
BANJAR | KEJORANEWS.COM: Forum Pondok Pesantren Kota Banjar menyampaikan pernyataan sikap keprihatinan atas peristiwa penggerebekan Pondok Pesantren Hamalatul Quran di Sukoharjo, Jawa Tengah. Menurut Forum, tindakan tersebut perlu menjadi perhatian serius terkait prosedur penegakan hukum serta perlindungan terhadap santri yang masih di bawah umur.

 

Ketua Forum Pondok Pesantren Kota Banjar, Gus Muhamad Ihsan Hanafi, menyampaikan keprihatinannya terkait waktu pelaksanaan penggerebekan yang dilaporkan berlangsung sekitar pukul 03.20 WIB, saat sebagian besar santri tengah beristirahat. Ia menilai keberadaan anak‑anak di bawah umur harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap langkah penegakan hukum di lingkungan pesantren.

 

"Kami menyampaikan keprihatinan atas penggerebekan tersebut. Kegiatan itu berlangsung sekitar pukul 03.20 WIB, ketika para santri sedang tidur. Terlebih, masih banyak santri yang berusia di bawah umur. Menurut kami, hal ini perlu menjadi perhatian dari sisi prosedur dan aspek kemanusiaan," ungkap Gus Ihsan.

 

Meski begitu, Forum Pondok Pesantren Kota Banjar menegaskan tetap mendukung institusi kepolisian, khususnya Kapolri, dalam menegakkan hukum secara tegas dan adil. Namun, penegakan hukum tidak boleh lepas dari Standar Operasional Prosedur (SOP).

 

Forum pun meminta agar dugaan pelanggaran prosedur dalam peristiwa Sukoharjo ditelusuri secara transparan. Apabila terbukti ada oknum yang bertanggung jawab, maka harus ditindak sesuai ketentuan yang berlaku.

 

Selain itu, Forum menyatakan dukungan kepada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk memberikan pendampingan kepada santri yang terdampak, termasuk pemulihan psikologis atau trauma healing bagi anak‑anak yang mengalami tekanan akibat peristiwa tersebut.

 

Gus Ihsan menjelaskan bahwa pihaknya berencana menyampaikan dokumen deklarasi pernyataan sikap kepada Kapolres Banjar. Langkah ini diharapkan menjadi bahan renungan bersama agar setiap tindakan penegakan hukum di lingkungan pesantren Kota Banjar tetap memperhatikan prosedur, situasi lapangan serta perlindungan terhadap anak.

 

Ia juga mengimbau seluruh pesantren dan santri di Kota Banjar untuk tetap menjaga kondusivitas. Solidaritas terhadap sesama pesantren harus disampaikan melalui cara yang santun, damai, dan berakhlak, bukan melalui aksi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

 

"Kami mengajak seluruh pesantren dan santri untuk menjaga kondusivitas. Solidaritas akan kami sampaikan secara berakhlak, damai, dan santun. Kami tidak ingin melakukan aksi turun ke jalan atau kegiatan lain yang justru membuat Kota Banjar tidak kondusif," pungkas Gus Ihsan.

 

Forum berharap peristiwa di Sukoharjo menjadi evaluasi bersama. Penegakan hukum harus tetap profesional, namun tetap menjamin rasa aman serta perlindungan bagi lingkungan pendidikan pesantren.


ASEP

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama