Apel Kesiapsiagaan Bencana Polres Banjar: Langensari Jadi Wilayah Prioritas Waspada Angin Puting Beliung


Apel Kesiapsiagaan Bencana Polres Banjar: Langensari Jadi Wilayah Prioritas Waspada Angin Puting Beliung

Kapolres Banjar bersama Wali Kota Banjar saat meninjau perlengkapan tanggap bencana  
BANJAR | KEJORANEWS.COM: Menjelang meningkatnya intensitas hujan di wilayah Kota Banjar, Pemerintah Kota Banjar bersama jajaran Forkopimda menggelar Apel Kesiapsiagaan Bencana Tingkat Polres Banjar Tahun 2026 di halaman Mapolres Banjar, Kamis (5/11/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengokohkan kewaspadaan terhadap ancaman angin puting beliung dan banjir yang kerap terjadi saat musim hujan tiba.

 

Wali Kota Banjar H. Sudarsono menyampaikan bahwa perubahan dinamika cuaca menuntut seluruh elemen masyarakat dan instansi untuk tidak bersikap pasif. Berdasarkan catatan kejadian sebelumnya, dua risiko utama yang perlu diwaspadai di Kota Banjar adalah angin puting beliung serta banjir akibat saluran air yang tak lagi mampu menampung debit air saat hujan deras.

 

"Yang selama ini terjadi di Kota Banjar adalah angin puting beliung dan banjir. Banjir biasanya terjadi ketika intensitas hujan sangat tinggi sehingga daya tampung saluran air terpenuhi, dan akibatnya meluap," ungkap Sudarsono.

 

Ia menegaskan Kecamatan Langensari menjadi salah satu wilayah yang perlu diwaspadai terkait potensi angin puting beliung. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kemunculan fenomena tersebut tidak dapat dipastikan secara mutlak karena bergantung pada kondisi cuaca serta arah angin yang berubah‑ubah.

 

Menurut Sudarsono, penanganan bencana bukan hanya tugas pemerintah semata. Diperlukan sinergi erat antara Forkopimda, camat, lurah, tokoh masyarakat hingga warga untuk bergerak bersama sejak dini.

 

"Kita upayakan seluruh elemen masyarakat bergerak bersama agar dalam menangani bencana tidak menimbulkan korban, baik jiwa maupun kerugian harta benda," tegasnya.

 

Sementara itu, Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro menyampaikan bahwa sebanyak 450 personel gabungan telah disiapkan untuk menghadapi potensi bencana. Personel tersebut berasal dari unsur Polri, TNI, Pemerintah Daerah, Tagana serta relawan tanggap bencana.

 

Untuk mempercepat respons darurat, akan dibentuk grup komunikasi Tanggap Bencana Kota Banjar yang berfungsi sebagai pusat pertukaran informasi antarlembaga. Masing‑masing satuan kerja juga diminta menyiapkan piket serta memastikan sarana dan prasarana tanggap darurat siap beroperasi sewaktu‑waktu.

 

Kapolres mengimbau masyarakat yang mengalami keadaan darurat dapat menghubungi Call Center Polri 110 yang beroperasi selama 24 jam.

 

Sudarsono menambahkan bahwa kesiapsiagaan ini bertujuan agar bencana musim hujan tidak hanya ditangani setelah terjadi, melainkan diantisipasi melalui kewaspadaan, koordinasi yang solid serta kesiapan petugas sejak awal.

 

"Kunci utamanya adalah waspada, sigap dan saling berkomunikasi agar Kota Banjar tetap aman saat musim hujan tiba," pungkasnya.


ASEP

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama