Perwakilan RS Mitra Idaman Kunjungi Kediaman Rini Marini Ibu Hamil Kembar


Perwakilan RS Mitra Idaman Kunjungi Kediaman Rini Marini Ibu Hamil Kembar

Perwakilan RS MI Uyun Somantri (pakai Kemeja) saat berkunjung
ke kediaman Ibu Rini Marini 

BANJAR I KEJORANEWS.COM: Kondisi ibu dan bayi dalam keadaan sehat. Rini Marini, ibu hamil kembar yang sebelumnya menjadi sorotan terkait dugaan penolakan pelayanan medis, menerima kunjungan tim home care dari RS Mitra Idaman di kediamannya, Senin (12/10/2026). Dalam pertemuan tersebut, Rini menyampaikan pesan penting, pengalamannya diharapkan menjadi pembelajaran bagi semua fasilitas kesehatan, bukan hanya satu rumah sakit saja.

 

Rini menyampaikan terima kasih atas kunjungan pihak rumah sakit dan perhatian yang diberikan. Meski begitu, ia menegaskan imbauannya agar kejadian serupa tidak terulang bukan ditujukan semata-mata kepada RS Mitra Idaman, melainkan menjadi pengingat bersama bagi seluruh penyelenggara layanan kesehatan.

 

"Saya tidak bermaksud memperkeruh persoalan. Saya hanya berharap pengalaman ini bisa menjadi bahan pembelajaran agar kualitas pelayanan kesehatan semakin baik, di mana pun itu," ujar Rini.

 

Rini juga menyampaikan bahwa selama ini ia telah menggunakan layanan RS Mitra Idaman, termasuk pemeriksaan kehamilannya. Namun, pengalaman yang menyita perhatian publik itu diharapkan dapat mendorong perbaikan agar setiap pasien benar-benar memperoleh penanganan sesuai kebutuhan medis dan prosedur yang berlaku.

 

RS Mitra Idaman: Kekurangan Jadi Bahan Evaluasi

 

Perwakilan RS Mitra Idaman, Uyun Somantri, menyatakan kunjungan tersebut merupakan bentuk perhatian rumah sakit sekaligus upaya menjaga hubungan baik dengan pasien dan keluarganya.

 

"Kami berharap ke depan beliau tetap menjadi bagian dari keluarga besar Mitra Idaman," ucap Uyun.

 

Terkait polemik yang mencuat sebelumnya, pihak rumah sakit menegaskan setiap kekurangan yang ada akan dijadikan bahan evaluasi menyeluruh. Evaluasi mencakup seluruh tahapan pelayanan, mulai saat pasien masuk, selama perawatan, hingga pasien pulang, guna meningkatkan mutu layanan ke depannya.

 

"Apabila ada kekurangan, baik dari segi pelayanan maupun hal lainnya, itu menjadi catatan kami untuk memperbaiki diri agar jauh lebih baik lagi," ungkap Uyun.

 

Evaluasi Tetap Diperlukan Secara Objektif

 

Kendati kondisi ibu dan bayi dilaporkan sehat, persoalan mengenai kronologi kejadian dan kesesuaian pelayanan medis belum sepenuhnya selesai. Evaluasi yang objektif tetap diperlukan, termasuk penelusuran penerapan standar operasional prosedur (SOP) serta langkah konkret perbaikan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

 

Pengalaman Rini Marini menjadi pengingat bahwa pelayanan kesehatan bukan hanya soal penanganan medis, tetapi juga komunikasi yang baik, kepastian informasi, dan perlakuan yang manusiawi bagi setiap pasien. Semoga kejadian ini menjadi titik awal perbaikan yang lebih baik untuk semua pihak.


ASEP

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama