Warga menuntut penyelesaian masalah krisis air bersih yang sudah berlangsung selama tiga bulan di lingkungan mereka.
"Sudah tiga bulan air bersih tak mengalir di tempat kami. Kami menuntut pemerintah bertanggung jawab agar air bersih mengalir sama dengan wilayah lainnya," ujar salah satu warga yang berdemo.
Warga juga menolak pasokan air pengganti dari tangki yang disediakan, karena dinilai kotor, berbau, dan tidak layak pakai.
Yang membuat warga semakin keberatan, tagihan air tetap dibebankan dengan harga penuh, seolah-olah pasokan air berjalan normal. "Air mati, tapi tagihan tetap mahal. Ada apa ini? Seolah ada yang tidak beres yang perlu diselidiki," ungkap warga dengan nada kecewa.
Krisis air bersih di Batam disebut terjadi berulang dari tahun ke tahun dan belum tuntas. Warga menyoroti klaim BP Batam yang menyatakan pasokan air berjalan normal dan aman, padahal di berbagai wilayah masih banyak yang mengalami gangguan hingga mati total.
Safii

Posting Komentar