Hadapi Musim Kemarau, BMKG Tarempa Lakukan Sinergi Lintas Sektoral


Hadapi Musim Kemarau, BMKG Tarempa Lakukan Sinergi Lintas Sektoral

Kepala BMKG Tarempa, Samuel Sutanto Sidauruk (pegang mic) 
BATAM I KEJORANEWS.COM : Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kelas III Tarempa, mengadakan kegiatan Coffe Morning dalam rangka mempererat sinergi lintas sektor pemahaman bersama di Kantor Kecamatan Siantan. Senin, (10/08/2026).


Diskusi yang dikemas melalui Coffe Morning tersebut guna meningkatkan kesiapsiagaan sistem peringatan dini serta edukasi publik untuk menekan terjadinya resiko bencana dalam menghadapi musim kemarau dan potensi kekeringan serta potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tahun 2026 di Kabupaten Kepulauan Anambas.


Camat Siantan, Syamsir, dalam sambutannya mengatakan bahwa Pemerintah Kecamatan Siantan sangat mendukung dan mengapresiasi atas inisiatif BMKG Tarempa yang telah mengadakan kegiatan diskusi bersama stakeholder. 


"Berdasarkan hasil laporan dari BMKG untuk beberapa bulan kedepan kita dianambas ini akan mengalami Fenomena El Nino yang diperkirakan akan terjadi pada bulan September 2026 mendatang. Maka dari itu pentingnya mengadakan diskusi bersama stakeholder ini untuk menentukan langkah - langkah apa yang akan menjadi etensi kita bersama," ucapnya.


Lanjutnya, sehingga kita dapat mendeteksi dini apa saja langkah kedepan mengingat di wilayah Siantan sudah memasuki fase kekeringan air untuk masyarakat Siantan.


"Saat ini di wilayah Kecamatan Siantan sudah mengalami kekeringan dan  masyarakat saat ini sudah kesulitan mendapatkan air bersih. Belum memasuki fenomena El Nino saja kita sudah mengalami kekeringan apa lagi sudah EI Nino oleh karena itu pentingnya mengambil sikap tegas dan langkah bersama stakeholder untuk membantu masyarakat kita sehingga ketika ada terjadinya hal tersebut kita bisa berupaya dan memaksimalkan dalam menghadapi fenomena EI Nino ini," ujarnya.


Sementara itu, Kepala Stasiun BMKG Kelas III Tarempa, Samuel Sutanto Sidauruk, menyampaikan pentingnya pemahaman terhadap informasi cuaca dan iklim, khususnya yang dikeluarkan oleh BMKG, sebagai acuan langkah operasional di lapangan.

Camat Siantan, Syamsir Apresiasi BMKG Atas Diskusi EI Nino 2026


"Menghadapi musim kemarau kali ini, sangat penting bagi kita semua untuk memahami dan menerjemahkan informasi dari BMKG dengan benar, agar dapat menentukan langkah antisipatif, terutama dalam penanganan dan menghadapi kekeringan dan karhutlah tahun 2026 di 

Kepulauan Anambas", ucapnya Samuel dalam pemaparan materi diskusi yang disampaikan.


Lanjut ia, Pemerintah Pusat dalam hal ini melalui Bapak Presiden sangat konsen terhadap EI Nino tahun ini, karna fenomena Alam yang alamiah bukan datang secara tiba - tiba, pada tahun ini EI Nino diprediksi pada kondisi kuat. BMKG Tarempa salah satu instansi pemerintah dalam hal ini kita sudah melakukan diseminasi informasi sejak EI Nino pada tahun 2025 lalu bahkan sebelum bulan Maret pihaknya sudah melakukan koordinasi bersama BPBD Anambas dan beberapa mitra yang lainnya.


"Pada bulan Maret tahun 2025 kita sudah melakukan diseminasi informasi terhadap stekholder yang ada di Anambas.  Pemberitahuan lebih dulu telah kita lakukan pada waktu itu kita mengadakan rapat di Kantor Bupati dan kemudian kami juga memastikan informasi cuaca iklim yang kami berikan itu tidak sekedar menjadi peringatan dini melainkan diterjemahkan sebagai aksi nyata dan itu semua tergantung stakeholder dari dinas - dinas terkait apa - apa saja yang telah dilakukan dan kemudian koordinasi penguatan lintas sektor seperti yang kita lakukan hari ini sangat penting sekali guna mendorong kesiapsiagaan lintas sektor, baik melalui pemerintah daerah maupun sampai ke masyarakat itu sendiri", ujarnya.


Samuel berharap dengan adanya fenomena El Nino ini masyarakat Anambas untuk sementara waktu tidak membakar lahan  dalam membuka lahan kebun pertanian. meski cara tersebut sangat gampang dan mudah dilakukan untuk membuka lahan, namun mengingat dan menimbang situasi kondisi fenomena ini diharapkan masyarakat jangan melakukan pembakaran lahan.


Diskusi dilanjutkan dengan pemaparan materi ke dua yang disampaikan Boni dari BMKG Tarempa.


Kemudian dilanjutkan Penyampayan dari BPBD Anambas juga dari UPTD KPHP Dinas Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Provinsi Kepri serta diskusi dilanjutkan dengan tanya jawab dari mansing - mansing peserta yang hadir.


Hadir dalam kegiatan sosialisasi tersebut, para staf BMKG Anambas, staf Kecamatan Siantan juga hadir dari Kecamatan lainnya, Desa Tarempa Selatan, BPBD Anambas, Babinsa Siantan, Babinkamtibmas Siantan, Tokoh Masyarakat, Kelompok Tani Air Bini. UPTD KPHP Dinas Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Provinsi Kepri serta unsur stekholder lainnya.


Yuni S 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama