Dugaan Perselingkuhan Oknum Kepsek dan Guru PAI di Kota Banjar, Disdikbud Belum Terima Laporan Resmi


Dugaan Perselingkuhan Oknum Kepsek dan Guru PAI di Kota Banjar, Disdikbud Belum Terima Laporan Resmi

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banjar, Dedi Suardi saat diwawancara 
BANJAR I KEJORANEWS.COM : Kabar dugaan perselingkuhan antara oknum kepala sekolah berinisial (I) dan oknum Guru PAI berinisial (T) di salah satu sekolah menengah pertama negeri di Kota Banjar tengah menjadi perbincangkan masyarakat. Namun, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banjar menyatakan hingga saat ini belum menerima laporan resmi terkait kasus tersebut.

 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banjar Dedi Suardi menjelaskan, "Kami belum menerima laporan secara resmi dari pihak keluarga maupun sekolah terkait dugaan kasus tersebut. Informasi sepintas memang ada. Tapi kami tidak bisa melangkah tanpa adanya laporan resmi dan bukti yang jelas,” ucapnya saat ditemui awak media di Kantornya, Kamis (25/2/2026).


Menurut Dedi, setiap dugaan pelanggaran etik atau disiplin ASN harus diproses berdasarkan laporan resmi yang disertai bukti pendukung. Ia juga menegaskan, hingga saat ini belum ada pengaduan yang masuk secara formal ke dinas.


“Kalau ada pengaduan resmi, tentu akan kami tindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku. Tetapi Sampai saat ini belum ada,” tegasnya.


Isu semakin berkembang setelah oknum guru PAI (T) diketahui telah dipindahkan tugasnya. Sejumlah pihak mengaitkan mutasi tersebut dengan dugaan yang beredar. Namun Dedi membantah adanya kaitan antara mutasi dengan isu tersebut. Ia menjelaskan bahwa pemindahan dilakukan berdasarkan kebutuhan penataan tenaga pendidik.


Menurut data dinas, beberapa SMP mengalami surplus guru agama sehingga diperlukan penyesuaian beban kerja, termasuk mempertimbangkan domisili dan jam sertifikasi.


“Mutasi itu murni penataan kebutuhan. Kebetulan domisilinya lebih dekat ke sekolah tujuan dan ada penyesuaian jam mengajar,” jelasnya.


Meski belum ada laporan resmi, Dinas Pendidikan menyatakan akan melakukan klarifikasi internal guna memastikan situasi tetap kondusif di lingkungan sekolah.

Dedi juga menegaskan bahwa pihaknya selalu rutin mengingatkan seluruh kepala sekolah dan guru untuk menjaga profesionalisme serta etika sebagai pendidik.


“Lingkungan pendidikan harus menjadi contoh. Kami selalu mengingatkan soal disiplin dan etika,” ujarnya.


Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak sekolah maupun dari oknum tersebut


ASEP

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama