Operasi Lancang Kuning 2021 Resmi Ditutup, Sebanyak 32 Kapal Diperiksa di Perairan Kepri


Operasi Lancang Kuning 2021 Resmi Ditutup, Sebanyak 32 Kapal Diperiksa di Perairan Kepri

Operasi Lancang Kuning 2021 Resmi Ditutup, Sebanyak 32 Kapal Diperiksa di Perairan Kepri
Personel Tim Gabungan Operasi Lancang Kuning

KEPRI I KEJORANEWS.COM : Kantor Wilayah Bea Cukai Khusus Kepulauan Riau, Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Batam dan Pangkalan sarana Operasi Bea Cukai Batam telah melaksanakan Operasi Gabungan Lancang Kuning – 21 bersama Lantamal IV.

Kegiatan tersebut, dilaksanakan selama dua pekan mulai tanggal 27 Desember 2021, dan resmi ditutup, dalam upacara penutupan di Dermaga Fasharkan Mentigi Tanjung Uban, Bintan - Kepri, (10/1).

Bertindak sebagai pimpinan apel, Danlantamal IV Tanjung Pinang, Laksamana Pertama Dwika Tjahja Setiawan menegaskan bahwa Indonesia memiliki wilayah perbatasan laut yang sangat luas khususnya di Kepulauan Riau.

Terdapat banyak risiko yang dapat dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Dengan demikian perlu dilakukan pengawasan yang sangat ketat oleh penegak hukum di laut.

"Kita semua harus memperkuat sinergi antar penegak hukum di laut yang bertugas untuk menegakkan hukum dan menjaga kewibawaan negara. Indonesia adalah negara yang berdaulat dan kedaulatan itu harus kita jaga dengan baik,” pungkasnya.

Suasana Upacara Penutupan
Pasukan upacara penutupan, terdiri dari awak KRI Bubara 868, KRI Kujang 642, Kapal Patroli BC 20011, Kapal Patroli BC 7005, Kapal Patroli BC 7002, 1 Kompi Personel KRI Bubara dan KRI Kujang 642, 1 Kompi Personel Bea Cukai Kepulauan Riau.

Pada operasi bersama, telah dilaksanakan pemeriksaan terhadap kapal-kapal yang melintas di lokasi perairan yang menjadi target operasi. Sebanyak 32 kapal telah diperiksa, dengan rincian 23 kapal oleh tim patroli dari Lantamal IV. Dan 9 kapal oleh tim patroli Bea Cukai Kepulauan Riau.

Sebelumnya, Baca Juga:

Terkait hal itu, Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Khusus Kepulauan Riau, Ahmad Rofiq mengatakan bahwa tim patroli gabungan memastikan kapal-kapal yang melintas di wilayah perairan lokasi patroli telah memenuhi kewajiban dan sesuai dengan prosedur yang seharusnya.

"Kegiatan operasi bersama ini secara langsung maupun tidak langsung memiliki pengaruh positif terhadap keselamatan dan keamanan para pengguna laut, juga sekaligus meningkatkan kesepahaman dan hubungan antar instansi penegak hukum di laut," katanya.

Berikutnya, Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Batam, Ambang Priyonggo menyampaikan bahwa operasi yang diselenggarakan selama kurun waktu dua pekan tersebut, diselenggarakan dengan tujuan untuk mencegah risiko dan menegakkan hukum di laut, khususnya di perbatasan laut antara Indonesia dengan negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Vietnam.

"Saya rasa kegiatan operasi bersama ini sudah berjalan dengan optimal sesuai dengan prosedur. Semoga operasi bersama ini dapat terus diselenggarakan dengan melibatkan instansi penegak hukum di laut lainnya sehingga terciptanya bentuk sinergi yang baik di Kepulauan Riau ini," terangnya.

Turut hadir dalam kegiatan, Waasops Pangkogabwilhan I, Kasubdit Patroli Polda Kepri, Dansatran Koarmada I, Dansatkat Koarmada I, Dansatrol Lantamal IV, Danlanal Batam, Danlanal Tanjung Balai Karimun, dan Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean B Tanjung Pinang, dan Kepala Pangkalan Sarana Operasi Bea Cukai Batam.


Editor:
Andi Pratama

Lebih baru Lebih lama