Besok Dishub Anambas Turun Langsung Tinjau Pelabuhan Rusak SMPN 2 Siantan Utara


Besok Dishub Anambas Turun Langsung Tinjau Pelabuhan Rusak SMPN 2 Siantan Utara

Nurullah, Plt. Kadishub Anambas 
BATAM I KEJORANEWS.COM : Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup (Dishub-LH) Kabupaten Kepulauan Anambas langsung menyikapi terkait Pelabuhan yang berada di dekat Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Siantan Utara yang mengalami kerusakan parah.


Perhatian yang diberikannya tersebut setelah awak media ini melakukan konfirmasi dan menjadi perhatian serius dari Pimpinan Daerah termasuk Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kepulauan Anambas.


Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Anambas, Nurullah, memastikan bahwa pihaknya akan turun langsung ke lapangan untuk meninjau kondisi pelabuhan yang dilaporkan rusak dan dapat membahayakan bagi siswa dan siswi SMPN Siantan Utara. 


"Memang kami belum turun ke lapangan sebelumnya. Tapi hari ini saya sudah kumpulkan jajaran, khususnya bidang kepelabuhanan, dan besok kami akan langsung ke lokasi," ucapnya saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (19/1/2026).


Lanjut ia, permasalahan pelabuhan tidak hanya terjadi di satu lokasi saja di Anambas melainkan terdapat sejumlah pelabuhan di Anambas yang kondisinya juga memerlukan perhatian, namun keterbatasan anggaran membuat pemerintah daerah hanya mampu melakukan langkah pengamanan dan antisipasi.


"Bukan hanya pelabuhan itu saja. Ada beberapa pelabuhan lain yang kondisinya juga memprihatinkan yang terjadi contohnya pelabuhan anak sekolah yang selama ini menjadi akses utama kini tidak lagi dapat digunakan, sehingga para siswa terpaksa harus memutar ke pelabuhan desa lain yang jaraknya lebih jauh melalui jalur darat," Ungkapnya.


Terkait tindak lanjut jangka pendek, Dishub Anambas akan melakukan pengecekan langsung untuk memastikan tingkat kerusakan dan menentukan langkah penanganan awal. Jika pelabuhan tersebut merupakan satu-satunya akses vital, terutama bagi anak sekolah, pihaknya akan berkoordinasi dengan BPBD untuk melihat kemungkinan penggunaan anggaran tanggap darurat.


"Tanggap darurat kami ada kategorinya, tidak serta-merta bisa digunakan. Tapi ini akan kami koordinasikan setelah melihat kondisi riil di lapangan," kata Nurullah.


Ia menambahkan, estimasi anggaran perbaikan belum bisa ditentukan sebelum dilakukan peninjauan langsung, meskipun tanpa menggunakan jasa konsultan perencana.


"Kami perlu tahu panjang, lebar, dan tingkat kerusakannya agar ada gambaran kebutuhan anggarannya," ujarnya.


Selain persoalan infrastruktur, Nurullah juga menekankan pentingnya keselamatan transportasi laut. Dishub Anambas, kata dia, rutin mengingatkan pemilik armada agar memastikan angkutan laut terdaftar asuransi dan dilengkapi alat keselamatan.


"Kami berharap tidak terjadi kecelakaan. Pengusaha pompong dan speed harus menyediakan alat keselamatan seperti life jacket. Penumpang juga harus jeli memantau kondisi armada," pungkasnya.


Dishub Anambas berharap ke depan persoalan pelabuhan rusak dapat diusulkan secara resmi melalui Musrenbang desa dan kecamatan, sehingga bisa masuk sebagai prioritas penganggaran pada tahun-tahun berikutnya.


Yuni S

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama