Natuna Masih Kekurangan SDM Bidang Pertanian


Natuna Masih Kekurangan SDM Bidang Pertanian

Marwan Syah Putra, Kadis Pertanian Natuna-
NATUNA I KEJORANEWS.COM : Meskipun 97 persen wilayah Natuna adalah lautan, namun kabupaten ini memiliki tanah yang subur dan sangat berpotensi untuk dijadikan lahan pertanian. hal ini juga terbukti bahwa  berbagai jenis palawija, dan perkebunan dapat tumbuh subur di bumi Natuna.

Kenyataan ini membuktikan secara langsung bahwa Natuna sebenarnya tidak hanya memiliki sumber daya perikanan dan migas saja, namun juga pertanian, bila dikelola secara serius. Luas wilayah dataran dan suburnya tanah yang ada di Natuna menjadi faktor penting kenapa di Natuna dikatakan memiliki potensi di bidang pertanian dan perkebunan. 

Hanya saja hingga kini sektor pertanian maupun perkebunan di Natuna masih jauh belum dikelola secara serius. Masih banyak lahan tidur yang belum dikembangkan untuk bidang pertanian. hal ini juga tidak terlepas dari masih terbatasnya sumber daya manusia dibidang pertanian yang dimiliki Natuna, sehingga potensi pertanian belum tergarap secara maksimal.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Natuna, Marwan Syah Putra saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (15/6/2021)  mengakui jika problem utama tidak berkembangnya pertanian di Natuna, dikarenakan tiga faktor yaitu minimnya SDM, kurangnya fasilitas pertanian dan susahnya penasaran akan hasil produk pertanian. 

" SDM yang ada saat ini sangat terbatas, jujur yang memiliki ketrampilan dalam hal pertanian kebanyakan saat ini malah para transmigran yang nota bene berasal dari pulau Jawa, sedangkan masyarakat lokal belum banyak yang berminat ke sektor pertanian, karena sudah terbiasa bekerja sebagai Nelayan di laut. " jelas Marwan.  

Selain itu, dari segi alat alat pertanian pun saat ini di Natuna masih belum begitu modern sehingga kebanyakan petani masih menggunakan cara cara manual untuk mengolah hasil pertanian . 

" Contohnya saat para petani yang berada di Batubi, ketika menggiling padi nya masih menggunakan cara manual sehingga hasilnya kurang maksimal karena butiran padinya banyak yang patah dan pecah. "  katanya.

Tidak hanya sampai disitu, tidak adanya solusi pemasaran dan distribusi yang pasti membuat hasil pertanian masyarakat selama ini banyak tidak terjual. Hal itu dinilai Marwan sebagai salah satu faktor utama kenapa panen beras di Natuna tidak bisa berkembang dan meningkat. 

" Petani takut untuk menanam dalam jumlah banyak, sebab takut tak terjual karena terbatasnya pemasaran, " tambah Marwan. 

Sementara itu pejabat Sekda Natuna, Hendra Kusuma mengatakan upaya peningkatan bidang pertanian terus di carikan solusinya oleh pemerintah daerah, agar hasil pertanian dapat terus ditingkatkan.

"Dengan Bupati dan Wakil Bupati baru saat ini kita percaya sektor pertanian juga akan menjadi perhatian, terlebih lagi Bupati sendiri telah mengatakan bahwa akan mengupayakan peningkatan perekonomian para petani Natuna," kata Hendra.

Hendra Kusuma menambahkan , Pemerintah juga telah mengupayakan bantuan pupuk bersubsidi dari pemerintah pusat bagi petani Natuna, ini merupakan salah satu bukti perhatian pemkab terhadap petani.
Pj. Sekda Natuna, Hendra Kusuma

Pengembangan Pertanian Natuna oleh Kodim 0318 Natuna


( Pjp)

Lebih baru Lebih lama