Mengawali Tahun Baru 2021, Panglima TNI dan Polri Berkunjung ke-Papua


Mengawali Tahun Baru 2021, Panglima TNI dan Polri Berkunjung ke-Papua

Ketika acara
JAYAPURA I KEJORANEWS.COM: Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., dan Irwasum Polri Komjen Pol Drs. Agung Budi Maryoto, M.Si. yang mewakili Kopolri, melakukan kunjungan kerja pertama di awal tahun 2021 ke Provinsi Papua.


Dalam kunjungan kerja tersebut, Panglima dan Irwasum polri menggelar pertemuan dengan sejumlah tokoh agama dan tokoh adat se-Provinsi Papua dan Papua Barat yang digelar di Hotel Suni Garden Lake Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.


Panglima TNI menyebut, tokoh agama di Papua memilki peranan penting dalam penanganan Covid-19 karena tokoh agama merupakan panutan dan dapat didengar oleh masyarakat.


Panglima meminta seluruh tokoh agama di Papua untuk selalu mengingatkan umatnya agar menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas agar bisa menekan penyebaran Covid-19 di Papua.


“Dari data yang ada, Provinsi Papua dan Papua Barat yang terkonfirmasi positif Covid-19 cukup tinggi penambahannya. Oleh karena itu, melalui tokoh agama yang memilki pengaruh langsung kepada umat agar selalu mengingatkan umatnya agar kita gelorakan lagi protokol kesehtaan dengan menarapkan 3M, yakni menggunakan masker, menjaga jarak dan mencucui tangan,"  kata panglima, Sabtu(9/1/2021). 


Selain itu, Panglima juga mengajak tokoh agama mensosialisisasikan rencana vaksinasi yang akan dilakukan kepada masyarakat umum, sehingga tidak ada penolakan saat vaksinasi dilakukan.


“Dalam waktu dekat, pemerintah akan melaksanakan vaksinasi. Test pertama sebanyak 1,3 juta yang diutamakan kepada tenaga kesehatan termasuk TNI-Polri, dilanjutkan kepada masyarakat yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Tetapi sambil menunggu vaksinasi, kita harus tetap menerapkan protokol kesehatan," imbuhnya.


“Dalam pelaksanaan vaksinasi nanti, TNI-Polri akan dilibatkan di wilayah perkotaan maupun wilayah yang jauh sehingga kami harapkan dukungan dari pemerintah daerah dan tokoh agama untuk mendukung pelaksanaan tugas ini dengan cara memberikan sosialisasi mengenai pentingnya vaksinasi, pentingnya disuntik, sehingga masyarakat secara sadar mengikuti instruksi dari tokoh agama," sambungnya.


Untuk mendukung penanganan pendemi Covid-19 di papua, Panglima dan Irwasum Polri menyerahkan 10.000 alat Swap antigen bersama 3.000 Alat Pelindung Diri (APD) dan 10.000 paket sembako kepada para tokoh agama yang hadir.


“Kami hadir dengan membawa rapid antigen sebanyak 10.000 unit untuk digunakan agar kita bisa mendeteksi covid-19 ini lebih dini, termasuk APD dan paket sembako kepada para tokoh agama karena tokoh agama harus menjaga kesehatannya. Antigen ini juga akan digunakan oleh para tokoh agama untuk mengecek para umatnya di Papua dan Papua barat,” ulasnya. 


Panglima juga meminta para tokoh agama agar bersama-sama menjaga situasi keamanan di Papua agar aman dan kondusif.


“Saya sampaikan bahwa pemerintah sudah mengeluarkan Keppres No. 20 tahun 2020 tenang tim koordinasi terpadu di Provisi Papua dan Papua Barat yang diketahui oleh Wakil Presiden, hal tersebut menjadi bukti bahwa Presiden serius untuk memajukan Papua dan Papua Barat,” ujarnya. 


Dikatakan, pemerintah juga menjaga Kualitas kehidupan di Papua agar masyarakat Papua dan Papua Barat mampu membangun daerahnya sendiri.


“Saya yakin Papua dan Papua barat bisa maju karena Papua dan Papua Barat mempunyai aspek yang memenuhi untuk menjadikan mereka lebih maju. Mari kita bersatu membangun Papua dan Papua Barat agar semakin sejahtera dan maju, saya juga merasa bahwa dengan peran penting tokoh agama berhasil membantu kelancaran pembangunan di Papua dan Papua barat selama ini. Saya ucapkan terima kasih kepada semua tokoh agama dan masyarakat, mari kita saling bahu-membahu untuk membangun, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat Papua dan Papua Barat. Mari kita bersinergi untuk negeri,” pungkasnya.


“Tak lupa saya mengucapkan Selamat Natal dan Tahun Baru 2021. Semoga damai Natal senantiasa mewarnai bumi Papua pada khususnya dan bahkan seluruh dunia. Semoga kita dapat menyongsong tahun baru ini dengan harapan dan semangat baru serta optimis untuk membangun bangsa," tutur Panglima TNI.


Terkait dengan Penerapan Protokol Kesehatan, Komandan Korem (Danrem) 172/PWY Brigjen TNI Izak Pangemanan selaku Ketua Pelaksana Kegiatan mengatakan, pada pelaksanaan Komsos kali ini diterapkan protokol kesehatan covid–19 secara ketat. Sesuai dengan Peraturan Kementerian Kesehatan tentang protokol kesehatan di tempat atau fasilitas umum. 


Selain ada pemeriksaan suhu tubuh, wajib menggunakan masker, cuci tangan dan juga ada rapid test antigen. Aturan ini berlaku untuk semuanya, baik peserta maupun pendukung, kata Izak saat ditemui disela-sela kegiatan. 


Kemudian, Peserta yang hadir dibatasi dengan hanya menghadirkan perwakilan dari setiap wilayah di Provinsi Papua dan Papua Barat. 


“Kami membatasi untuk peserta yang hadir, kemudian duduknya juga kami beri jarak dengan radius 1,5 meter. Untuk para tokoh agama yang tidak dapat hadir secara langsung, mengikuti kegiatan secara virtual di satuan-satuan TNI," pungkasnya.


Izak menuturkan, hal ini dilakukan untuk mencegah penularan covid-19 yang saat ini tambahan kasus positif corona terus bertambah di beberapa daerah di Indonesia. Sehingga seluruh elemen masyarakat diminta mematuhi protokol kesehatan dimanapun berada.


(Penrem172)

Lebih baru Lebih lama