Warga Aji Menah Natar Keluhkan Kelangkaan Tabung Gas Elpiji 3 kg


Warga Aji Menah Natar Keluhkan Kelangkaan Tabung Gas Elpiji 3 kg

Tabung gas elpiji 3 kg
LAMPUNG SELATAN I KEJORANEWS.COM: Masyarakat Desa Aji Mena, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, sejak dua minggu terakhir mengeluhkan kesulitan mendapatkan bahan bakar gas elpiji ukuran 3 kg. Gas elpiji 3 kg sulit didapatkan karena persediaan di warung maupun di pangkalan dan agen resmi elpiji di setempat langka.

"Hampir seluruh warung dan pangkalan elpiji di Aji Mena, yang selama ini menjual gas 3 kg tidak memiliki stok. Semua tabung gas yang mereka jejer di warung dalam keadaan kosong. Pemilik warung mengaku kini sulit mendapatkan gas 3 kg, karena stoknya di daerah ini terbatas," kata salah seorang warga pemilik warung di Perumahan Bataranila, Aji Mena tidak mau disebutkan namanya, Selasa(15/12/2020).

Ia mengatakan, untuk mendapatkan gas 3 kg di Aji Mena Perumah Bataranila sangat sulit. Semua warung yang selama ini menjual elpiji sekarang tidak lagi. "Semua tabung gas 3 kg yang berjejer di warung mereka dalam keadaan kosong. Meski mereka memiliki stok jumlahnya terbatas dan harga dijual Rp 23.000,00/tabung," ujarnya.

Hal senada diungkap Marmita(43) ibu rumah tangga, warga perumahan Bataranila Desa Aji Mena. Ia mengatakan, kelangkaan stok gas 3 kg di pangkalan dan agen di daerah ini, akibat diduga ulah oknum masyarakat pemilik warung yang membeli gas di pangkalan lebih dari satu tabung.

Akibatnya, stok tabung gas di pangkalan dan agen dalam tempo singkat habis. Padahal suplai gas 3 kg dari Pertamina ke daerah ini cukup untuk kebutuhan masyarakat sekitar.

Namun, karena pemilik warung membeli gas 3 kg lebih dari satu tabung, maka stok yang ada di pangkalan cepat habis terjual dari semestinya. Akibatnya, warga yang terlambat membeli di pangkalan atau agen setempat tidak kebagian lagi gas 3 kg tersebut.

Dengan demikian, terpaksa harus membeli di warung terdekat yang memiliki stok dengan harga Rp 23.000,00/ tabung. Hal ini sangat dikeluhkan masyarakat, khususnya para ibu rumah tangga di Aji Mena, kata Marmita.

Marmita berharap pemilik pangkalan dan agen gas elpiji di Aji Mena perumahan Bataranila, agar selektif melayani masyarakat yang akan membeli bahan bakar elpiji 3 kg tersebut.

"Masyarakat pemilik warung jangan meladenin bila ada warga hendak membeli 3 kg lebih dari satu tabung. Layani mereka sama dengan warga lain, sehingga penyaluran gas 3 kg di Aji Mena tepat sasaran," harapnya.

Sampai berita ini dipublikasikan belum ada penjelasan resmi dari Disperindag, Koperasi dan UKM atau Instansi terkait.

(Yusri)

Lebih baru Lebih lama