Vaksinasi di Januari dan Maret 2021: Diragukan, Ini Kata Ketua Gugus Covid-19 Batam


Vaksinasi di Januari dan Maret 2021: Diragukan, Ini Kata Ketua Gugus Covid-19 Batam

Vaksinasi di Januari dan Maret 2021: Diragukan, Ini Kata Ketua Gusus Covid-19 Batam
Ketua Gugus Covid-19 Batam (No.2 dari Kiri)
BATAM I KEJORANEWS.COM :Merebaknya isu di tengah masyarakat bahwa vaksin diragukan. Walikota Batam, Muhammad Rudi menyampaikan bahwa Pemerintah pusat ada Pemerintah Daerah di sini ada Gubernur, Bupati dan Walikota, apa kebijakan pusat harus patuh dan dijalankan. 
 
"Saya mengajak untuk kita berpikir dan mengedukasi masyarakat mungkin tidak pemerintah membuat vaksin yang akan membunuh rakyatnya, kalaulah presiden berikut menteri membuat vaksin untuk membunuh, berapa ratus juta rakyat menjadi korban," terangnya pada kegiatan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Berkubah Tanjak, di Bandara Hang Nadim Batam, Nongsa - Batam (22/12).
 
Untuk itu, lanjutnya vaksin dari pemerintah pusat, gelombang pertama pada bulan Januari 2021 sudah sampai disini, dan gelombang berikutnya di bulan Maret. Namun, dalam pelaksanaannya nanti tidak semua yang di vaksinasi, masih menunggu perintah dari pusat dan apa yang menjadi dasar, itu nanti akan disampaikan kemudian (kenapa umur sekian tidak, pasti punya alasan).
 
"Jadi, tiga bulan kedepan betul-betul kota Batam sudah terselesaikan tervaksinasi," jelas ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam.
 
Lanjutnya lagi kalau Covid-19 tidak hilang, ekonomi ini tidak bisa banngkit, pihaknya sudah buka jalur ekonomi dan wisata Singapura dan Batam. Tapi, yang datang baru hitungan jari artinya mereka sangat takut dengan Covid-19 ini.
 
"Investasi terbesar di kota Batam, ada di Singapura. Dan hari ini investasi tidak bertambah dan tidak bergerak. kondisi kita pertumbuhan ekonomi memang di atas provinsi tapi minus. Untuk itu, Covid-19 harus hilang di bumi Batam Indonesia, dengan kita mematuhi protokol kesehatan yang di terapkan pemerintah pusat," tutupnya yang juga menjabat Kepala BP Batam.
 
 
Andi Pratama
Lebih baru Lebih lama