{[["☆","★"]]}
Wako Batam Penyampaian KUA PPAS
BATAM I KEJORANEWS.COM : Mekanisme selanjutnya rancangan Kebijakan Umum Anggaran - Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) APBD tahun anggaran tahun 2021, akan dibahas oleh Badan anggaran (Bangar) DPRD bersama Tim anggaran Pemko Batam. Selasa, (14/07/2020)

"Pembahasannya agar memenuhi prinsip penyusunan APBD yaitu, sesaui kebutuhan, tidak bertentangan kepentingan umum, dan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi, mempedomani pada RKPD KUA PPAS tepat waktu transparan, partisipatif, serta tertib," terang Wakil Ketua I DPRD Kota Batam, Muhammad Kamaluddin.

Hal tersebut di sampaikannya, saat memimpin rapat Paripurna ke VIII masa sidang ke III tahun sidang 2020, terkait penyampaian dan penjelasan Wali Kota Batam atas rancangan KUA PPAS APBD Kota Batam tahun anggaran 2021, dan didampingi Wakil Ketua II DPRD Batam dan Wali Kota Batam.

Anggota DPRD Kota Batam
Sebelumnya, dalam penjelasan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi menyampaikan penyusunan ini, telah di sesuaikan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri No.60 tahun 2019, No.70 tahun 2019, untuk pencapaian misi dan visi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) kota Batam tahun 2016-2021.

Rangkaian ekonomi makro daerah, pertumbuhan ekonomi kota Batam tahun 2021 diperkirakan 5,1% sampai dengan 5,5%, dari tahun 2020 meningkat sebesar 2,4 sampai 2,8%, peningaktan ekonomi ini didorong dari berbagai sektor terutama sektor industri, kontruksi dan perdagangan akan di perkirakan akan tumbuh kembali seperti biasa. Sedangkan di sektor pariwisata akan tumbuh melambat dibandingkan tahun sebelumnya.

Invlansi kota Batam tahun 2021 di perkirakan akan meningkat sebesar 3% sampai 4%, dibandingkan dari tahun 2020 sebesar 1,5%. Peningkatan invlasi ini karena adanya recovery ekonomi sehingga daya beli masyarakat meningkat dari tahun sebelumnya. Disamping itu invlansi kota Batam juga dipengaruhi oleh ketergantungan kebutuhan bahan pokok dari daerah lain dan naiknya permintaan konsumen.

Kondisi real perkapita masyarakat kota Batam, lanjutnya tahun 2020 sebesar Rp. 17.150 Ribu sampai dengan Rp 17.500 Ribu, pada tahun 2021 diperkirakan sebesar Rp 18 Juta sampai dengan Rp 18.500 Ribu.
"Peningkatan kosumsi real masyarakat ini disebabkan pendapatan masyarakat kota Batam akan naik sehingga daya beli masyarakat akan meningkat," jelasnya.

Penerimaan, pendapatan dan pembiayaan kota Batam. Ia menjelaskan rencana penerimaan pendapatan dan pembiayaan APBD kota Batam tahun 2021 sebesar Rp 2.958.140.346.872,00 yang berasal dari pendapatan daerah.
Pendapatan daerah kota Batam tahun 2021 di targetkan sebesar Rp 2.893.140.346.872,00 yang terdiri dari:
Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 1.331.729.301.836,00.
Pendapatan transfer sebesar Rp 1.451.313.945.036,00.
Pendapatan lain-lain yang sah Rp 909.971.100.000,00.

Belanja daerah, belanja pada APBD kota Batam tahun 2021 direncanakan sebesar Rp 2.958.140.346.872,00 yang terdiri dari:
Belanja operasi Rp 2.422.497.423.759,00 Belanja modal sebesar Rp 225.516.523.113,00 Belanja tidak terduga Rp 10 Miliar.

Pembiayaan daerah, penerimaan pembiayaan daerah pada tahun anggaran 2021 sebesar Rp 65 Miliar, secara rinci target pendapatan belanja, pembiayaan, kebijakan pendapatan daerah, kebijakan belanja daerah, dan pembiayaan daerah dapat dilihat pada buku rancangan kebijak umum APBD dan prioritas platfon anggaran sementara kota Batam tahun anggaran 2021.

"Selanjutnya dapat dilakukan pembahasan bersama Bangar DPRD Kota Batam bersama Pemko Batam sesuai dengan jadwal yang telah di tetapkan dalam peraturan perunndang-udangan ini," tutupnya  di ruang rapat utama DPRD Batam, Batam Centre - Batam (13/7), yang dihadiri oleh 28 anggota DPRD Kota Batam.


Andi Pratama
 
Top