{[["☆","★"]]}
Saat acara berlangsung -
ANAMBAS | KEJORANEWS.COM : Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Nelayan Nasional Seluruh Indonesia (DPC-HNSI) Kabupaten Kepulauan Anambas mengungkap masalah nelayan pada saat memperingati Hari Nelayan Nasional 21 Mei 2020 di halaman Pelabuhan Desa Tarempa Barat, Kamis (21/05/2020).

Tampak hadir Kapolres Kepulauan Anambas, Komandan Lanal Tarempa, Kepala Dinas Perikanan, Pertanian dan Pangan Kabupaten Kepulauan Anambas, Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas Jasril Jamal, Komandan Lanudal Matak, Cabang Dinas Perikanan DKP Kepri di Kabupaten Kepulauan Anambas, Koordinator Satwas SDKP Kepulauan Anambas, Koordinator Wilker TWP Kepulauan Anambas, Ketua APDESI Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepala Desa Tarempa Barat dan Kepala Desa Sri Tanjung.

Ketua Harian DPC HNSI Kabupaten Kepulauan Anambas, M. Yusuf mengatakan bahwa Hari Nelayan Nasional diperingati bertujuan sebagai bentuk mengapresiasi jasa para nelayan Indonesia dan pada 21 Mei HNSI memperingati ulang ke-47 tahun.

"Dimana Hari Nelayan Nasional berdasarkan hasil kongres nelayan pertama Indonesia pada tanggal 21 Mei 1973" kata Yusuf dalam sambutannya.

"Hari Nelayan Nasional 21 Mei 2020 kami bersepakat mengambil tema Nelayan Anambas Kompak Menuju Sejahtera, kekompakan nelayan untuk menjadi mitra yang baik kepada lembaga, instansi dan kantor yang berkepentingan disektor Kelautan dan Perikanan agar terwujudnya kesejahteraan nelayan, khususnya nelayan di Kepulauan Anambas" sambungnya.

Yusuf menambahkan bahwa HNSI Kabupaten Kepulauan Anambas sangat memahami bahwa persoalan nelayan di Kabupaten tercinta ini begitu komplek dari persoalan hilir dan hulu.

"Persoalan nelayan dimulai dengan Kepastian harga ikan, pemasaran hasil produksi perikanan, masih minimnya armada tangkap maupun sarana dan prasarana tangkap untuk bersaing dengan nelayan dari daerah-daerah lain,"

"Pembangunan Infrastruktur perikanan yang masih minim, pelanggaran zona tangkap kapal-kapal penangkapan ikan diatas 30 GT dari luar daerah, dan penangkapan ikan secara ilegal yang dilakukan oleh Kapal Ikan Asing (KIA), hal tersebut bukan hanya mengancam mata pencarian nelayan kita tetapi sudah sampai kepada tahapan ancaman keselamatan nelayan saat di laut," jelasnya.

Selain itu, kata Yusuf, HNSI Kabupaten Kepulauan Anambas masih menemui penangkapan ikan dengan menggunakan bom dan potasuim tentu ini akan berdampak pada kerusakan ekosistem sumber daya perikanan.

Ia kembali menyampaikan, dengan luas lautan 98.65% dari daratan, dan memiliki terumbu karang yang begitu luas seharusnya nelayan Kabupaten Kepulauan Anambas yang berjumlah 4.435 jiwa hidupnya jauh lebih baik dari pada sekarang.

Pihaknya berharap, dalam memperingati hari nelayan nasional dengan situasi Covid-19, semoga menjadi renungan dan evaluasi kepada pemerintah untuk mewujudkan kesejahteraan nelayan.

"Perlu kami sampaikan pada kesempatan baik ini, bahwa nelayan Kabupaten Kepulauan Anambas mencari ikan dengan pompong ukuran 5-8 GT dari puluhan Mil sampai ratusan Mil hingga di perbatasan negara tetangga seperti Malaysia. Hal tersebut dikarenakan memang beberapa tahun kebelakang tangkapan nelayan terus mengalami penurunan,"

"kami berharap kedepan nelayan di Kabupaten Kepulauan Anambas bisa sejahtera dengan potensi alam yang begitu luar biasa, karena kami punya moto nelayan sejahtera negara kuat. Kesejahteraan nelayan tidak akan dapat terwujud tanpa dukungan pemerintah dan seluruh pihak," harapnya.

Sambungnya Yusuf, pihaknya mengapresasi bantuan TNI-Polri dan Kepala Dinas Perikanan, Pertanian dan Pangan Kabupaten Kepulauan Anambas karena dalam situasi Covid-19 berdampak pada harga dan pemasaran hasil produksi perikanan.

"Kepada Lanal Tarempa, dalam beberapa bulan terakhir dengan situasi Covid-19, telah membantu kami untuk mencari solusi terkait persoalan harga ikan dan pemasaran hasil produksi perikanan. Dan juga ucapan terimakasih atas dukungan Kepala Dinas Perikanan Anambas," tutupnya.

Sementara itu, Effi Sjuhairi Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kepulauan Anambas mengatakan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk memajukan disektor kelautan dan perikanan.

"Walaupun kewenangan laut sudah beralih ke provinsi, kami pemerintah daerah akan melakukan upaya terbaik untuk kesejahteraan nelayan," ungkap Effi dalam sambutannya.

Dalam kegiatan tersebut, HNSI dan nelayan Kabupaten Kepulauan Anambas membagikan ikan dan masker gratis kepada masyarakat.


(Ardian) 
 
Top