{[["☆","★"]]}
Walikota Batam (Kemeja Putih)
BATAM I KEJORANEWS.COM: Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan selama adanya Pandemi virus corona, dua minggu kedepan untuk segala kegiatan di batasi, bukan di larang dan ini juga disampaikan kepada para pemuka agama. Jum'at, (20/03/2020)

"Saat ini seluruh yang kontak/suspect, sudah di urus tim Satuan tugas (Satgas) Covid-19 Batam. Selain itu kebutuhan Sembilan bahan pokok (Sembako) dua bulan kedepan aman, dan untuk bulan selanjutnya kita lagi siapkan," terangnya.

Hal tersebut disampaikannya, pada konferesi pers tentang Covid-19 di Kota Batam yang dihadiri oleh Dandim 0316/Batam, Kapolresta Barelang, Pengusaha Batam, dan OPD Pemko Batam, di Batam Centre - Batam.

Wako, Wawako, Kapolresta Barelang, Dandim 0316/Batam, Bersama Pengusaha, OPD Batam
Berikutnya, mewakili Pengusaha Batam, Abidin Hasibuan menyampaikan bahwa bersama Pemerintahan membantu masyarakat Batam, dengan target donasi Rp 20 miliar, dan capaian donasi hingga hari ini mendekati Rp 10 miliar. Untuk membeli masker, alat pelindung diri, pembersih tangan dan lainnya, untuk pembelian dari Singapura dan China.

"Pada masa Pandemi Covid-19, ekonomi Batam ini harus kita jaga, jangan stagnan. Semua lagi sulit, masyarakat yang berbelanja bisa di hitung jari di mall-mall, perusahaan/pabrik nilai pendapatan turun 20 sampai dengan 30 persen, dan ada juga hingga shutdown/tutup," ungkapnya.

Di tempat yang sama Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengungkapkan perkembangan dimana saat ini Tim Satgas Covid-19 di Kecamatan Batam kota sudah mulai bergerak mendata Orang Dalam Pemantauan (ODP), target seminggu kedepan semua (7 Kecamatan) sudah terdata/inventarisir semua.

"Terdapat tujuh Kecamatan yang di data Satgas Covid-19 bersama Kapolsek, Danramil, Camat, Lurah dan RT/RW setempat. Bila belum di datangi oleh petugas/tim silakan datang langsung ke Puskesmas/gratis, bagi masyarakat yang mempunyai keluhan batuk, demam, bersin (gejala Virus)," tutupnya yang juga menjabat Ketua Satgas Covid-19 Batam.

Suasana Minggu Pertama Pandemi Covid-19, Salah Satu Masjid di Batam
Di tempat terpisah, minggu pertama Pandemi Covid-19, Dimana umat Islam berkumpul melaksanakan ibadah wajib sholat Jum'at di salah satu masjid di Kota Batam - Kepulauan Riau.

Dalam khotbahnya Ustd. Maryono, SAg menyampaikan permasalahan seperti ini (wabah virus, dll) sudah ada sejak jaman Nabi, mari bersama menggunakan hati, berbicara dengan baik dan tidak perlu saling salah menyalahkan.

Apa yang disampaikan pemerintah lakukan, dan jaga keluarga. Sebenarnya bukan virus corona yang berbahaya, tapi Demam Berdarah Dengue (DBD) yang mana setiap tahun memakan korban jiwa.

"Ambil hikmahnya, jangan sombong. Taat kepada pemimpin, dan takutlah pada Allah (Tuhan Yang Maha Esa) bukan virus," tutupnya dilanjutkan dengan sholat jum'at berjama'ah di Masjid Shirathal Mustaqim, Batam Centre - Batam.



Andi Pratama
 
Top