{[["☆","★"]]}
Narasumber -
NATUNA I KEJORANEWS.COM : Pemerintah Jepang menghibahkan anggaran untuk pembangunan Pasar Ikan Modern Ranai, Natuna, melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.

Sebelum tahapan dalam pembangunan fisik, KKP telah menandatangani naskah hibah dan memulai berbagai kajian yang dibutuhkan. Salah satunya Dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Dibutuhkannya Amdal karena dalam proses pembangunan Pasar Ikan Ranai akan dilakukan reklamasi pantai, yang izin reklamasinya akan dikeluarkan Kementerian KP.

Hal ini diungkapkan Kasubdit Kelembagaan dan Perlindungan Nelayan Kementerian KP, Mahrus, saat mengikuti acara Sosialisasi dan Konsultasi Publik studi AMDAL Pembangunan Pasar Ikan SKPT Terpadu, di Natuna Hotel, Ranai, Rabu 12 Februari 2020.

"APBN telah banyak dikeluarkan untuk SKPT Selat Lampa ini, dan Pemerintah RI menginisiasi agar pembangunan ini juga ada anggaran dari pihak lain. Dan Jepang yang memberi anggaran hibah kepada Indonesia untuk pembangunan Pasar Ikan ini," kata Mahrus.

Diterangkan Mahrus, Pelabuhan Perikanan Selat Lampa yang terintegrasi dengan Pasar Ikan di ranai, sudah melalui kajian KKP dan tim dari Jepang juga ikut dalam meneliti dan melakukan kajiannya.

"Konsultasi publik bagian dari rangkaian ketentuan yang ada untuk dapat ijin lingkungan. Kami harap stakeholder beri saran masukan dalam proses yang rencana akan selesai dalam waktu 4 bulan untuk pembuatan Amdal ini, nanti izin lingkungan dikeluarkan Gubernur Kepri," tutur Mahrus.

Mahrus juga membeberkan, Bulan April 2020 akan dimulai pengerjaan Detail Enginering Desain(DED).

'Waktunya untuk DED 6 hulan dan masuk proses kontruksi dimulai oktober 2020. Perlu diketahui proses hibah tidak terikat tahun anggaran tidak seperti APBN. Jadi bisa dilakukan multiyears, dengan target selesai pada April 2022," ungkapnya.

Sementara itu mewakili Bupati Natuna, dalam sambutannya Asisten II Ekonomi Pembangunan Setda Natuna, Tasrif Amran, mengucapkan rasa terima kasihnya dan mengapresiasi Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, yang telah memperhatikan Sektor Perikanan Natuna.

"Pemkab Natuna mengapresiasi dan berterimakasih kepada KKP yang memberi perhatian dalam pembanguann perikanan natuna. Semoga melalui pembangunan pasar ikan tentu diharap aktifitas ekonomi nelayan meningkat, dan mengoptimlakan potensi perikanan daerah," harap Tasrif.

Tasrif menuturkan, SKPT merupakan penyangga harga jual ikan di Natuna, yang akan membawa dampak perubahan ekosistim pantai di kawasan itu. Ia berharap akan ada dampak positif terhadap ekonomi masyarakat.

"Dalam realisasi harus bijak dan menimbang segala dampak, sehingga saran dan kritik dibutuhkan dalam menyusun dokumen Amdal. Saya harap peserta memberi sumbang saran, pikiran demi penyempurnaan dokumen Amdal,"pesan Tasrif.
Pembukaan Dilakukan oleh Asisten II Ekonomi Pembangunan Setda Natuna, Tasrif Amran

Pembacaan Doa oleh Mursidi 

Peserta Kajian Amdal


( Rom)
 
Top