{[["☆","★"]]}
Pertemuan untuk Klarifikasi -
NATUNA I KEJORANEWS.COM : Bertempat di Ranai Square, Jum'at (21/2/2020) digelar pertemuan antara KNPI  Natuna, Pemuda Pancasila dan awak media di Natuna. Dalam pertemuan tersebut kedua organisasi kepemudaan dan masyarakat ini  mengklarifikasi mengenai penyelenggaraan kegiatan malam syukuran yang dilaksanakan dalam rangka telah usai dan pelepasan WNI dari Wuhan yang diobservasi di Natuna,pada Minggu (16/2/2020).

Haryadi selaku ketua KNPI Kabupaten Natuna menegaskan bahwa acara malam syukuran Kegiatan Kemanusiaan Pelepasan WNI dari Wuhan Dengan Masyarakat Natuna, tidak dilaksanakan oleh atau atas nama masyarakat Natuna. Namun ia mempertanyakan kenapa dalam acara tersebut pembawa acara menyebutkan bahwa dilaksanakan oleh masyarakat Natuna.

“ Kami atas nama masyarakat Natuna, lalu masyarakat Natuna yang mana yang menyelenggarakan acara tersebut?,” ujar Haryadi, Jum'at (21/2/2020).

Senada dengan Haryadi, ketua Pemuda Pancasila Natuna Fadilah pada kesempatan tersebut juga mempertanyakan hal yang sama bahkan Fadilah mengatakan bahwa mereka juga diundang pada acara tersebut,bukan bukan sebagai penyelenggara.

“Saya dapat konfirmasi dari saudara Cherman tentang acara malam syukuran itu,sebagai undangan,” jelas Fadilah.

Ketua forum Komunikasi RT/ RW se kecamatan Bunguran Timur, Wan Ariansyah, juga mempertanyakan mengenai kegiatan yang mengatasnamakan masyarakat Natuna.

“Terus terang kami tidak terima karena kami tidak pernah mewacanakan atau merencanakan bahkan menyelenggarakan syukuran itu,” kata Ari.

Dalam hal ini ,Haryadi selaku Ketua KNPI Natuna merasa dirugikan karena akibat kegiatan yang mengatasnamakan masyarakat Natuna itu, pihaknya dibully baik secara langsung maupun di media sosial,karena dianggap sebagai penyelenggara acara malam syukuran.

Sementara itu, Cherman salah seorang Oknum Wartawan di Natuna yang juga terlibat dalam acara tersebut, telah berusaha menjelaskan bahwa acara malam syukuran merupakan murni acara dari BNPB dan diserahkan pelaksanaan penyelenggaraannya kepada Ifan selaku event organizer.

“ Kegiatan ini murni dari BNPB, kesalahan penyampaian kepada MC dan disampaikan oleh MC kepada hadirin, bahwa itu atas nama masyarakat Natuna,” jelas Cherman.

Haryadi dan,Fadilah menuntut agar Ifan selaku Event Organizer acara tersebut dapat mengklarifikasi mengenai penyelenggaraan kegiatan baik secara tertulis maupun secara langsung, kepada masyarakat Natuna bila kegiatan tersebut bukanlah dilakukan oleh masyarakat Natuna, akan tetapi dari Badan Nasional Penaggulangan Benca – BNPB.

(Rom)
 
Top