{[["☆","★"]]}
Warga Bakar Ban -
NATUNA I KEJORANEWS.COM : Penolakan warga Natuna atas karantina dan isolasi WNI dari Wuhan, Cina terus disampaikan. Mulai dari Kantor DPRD Natuna hingga batas gerbang Bandara Udara Raden Sadjad hingga Pangkalan Utama Lanal Ranai di Jalan Yos Sudarso.

Hampir seribuan warga dari berbagai elemen tak henti-hentinya menolak. Mulai dari anggota DPRD, Pemerintah Daerah, mahasiswa STAI, LAM, Tokoh masyarakat, Tokoh pemuda hingga ibu-ibu rumah tangga.

Pantauan di lapangan, di depan Pangkalan Lanal Ranai, Minggu (2/2) situasi tampak panas. Masa mulai anarkis dan membakar ban. Pasukan anti huru hara Polres Natuna dan di backap anggota Kodim 0318 Natuna telah siap siaga dan berhasil memadamkan api.

Tuntutan mereka hanya meminta agar WNI dari Cina tesebut tak dikarantina atau di isolasi di daerah Natuna. Dikarenakan jarak tempat karantina dengan pemukiman warga sangat dekat sekitar 1-2 KM.

“Kami hanya meminta agar WNI dari Cina tesebut tak dikarntina atau di isolasi di daerah Natuna. Kami takut tertular virus Corona,” teriak warga.
Selin itu, warga juga meminta untuk bisa berdialog dengan Menteri Kesehatan, Letjen TNI (Purn) Dr. dr. Terawan Agus Putranto dan Kepala BNPB, Letjen TNI, Doni Monardo yang informasinya masih berada di Natuna.

“Buka gerbangnya, kami mau jumpa dengan pejabat pusat. Kami tak mau terbangkit virus corona, ” teriak warga lagi.

Karena tak berhasil masuk ke Pangkalan Udara Ranai, masa mulai membubarkan diri dan beralih ke Gedung DPRD yang tak jauh dari Lanal Ranai.

Di Gedung DPRD massa disambut dan berdialog dengan anggota DPRD Natuna, yakni Wan Arismunandar, Hendri FN dan Erwan Haryadi. Massa pun membakar ban.
Anggota DPRD Natuna, Erwan Haryadi menyampaikan ke masyarakat jika Lembaga DPRD telah berupaya menolak karantina WNI dari Wuhan Cina ini.

“Maaf kawan-kawan, bapak-bapak dan seluruh warga Natuna, bahwa Kami dari DPRD belum bisa memenuhi tuntutan terkait masalah WNI yang dari Cina. Semua jalur telah kami lakukan untuk membatalkan ini. Tapi nampak nya menemui jalan buntu,” kata Erwan Haryadi di Gedung DPRD Natuna.

Bahkan sambung Erwan Haryadi, pihak DPRD menyampaikan ke Menteri Kesehatan supaya karantina WNI dari Cina tak di karantina dan isolasi di Natuna.

“Pak Menkes semalam minta waktu 2 jam intuk koordinasi sama Panglima TNI, janji nye jam 8 malam. Setelah kite tunggu dan Ketua DPRD pun langsung ke Lanud menemui beliau, ternyata itu hanya janji palsu saja,” sambung Legislatif tersebut.

Sementara itu, Dandim 0318 Natuna, Letkol Czi. Ferry Kriswardana, berharap semoga demo masa ini tak anarkis. Dan situasi di wilayah Natuna tetap aman dan kondusif.

“Silah warga berdemo dan sampaikan tuntutan, tapi jangan anarkis, yang akhirnya merugikan kita semua. Menyampaikan tuntutan itu silahkan saja karena termasuk dalam demokrasi bangsa,” kata Letkol Czi Ferry Kriswardana saat dijumpai POSMETRO.CO.

Informasi yang dihimpun, sebanyak 245 orang WNI dari Cina akan menjalani observasi kesehatan selama 14 hari dengan fasilitas yang sudah disiapkan di Natuna.

Ke 245 orang WNI yang akan dievakuasi dari Cina dalam kondisi sehat. Diterbangkan ke Natuna dengan pesawat khusus yang disediakan pemerintah.

Hingga saat ini, masa masih bertahan di Depan Pangkalan TNI AL dan di Gedung DPRD Natuna.


(Rom)
 
Top