{[["☆","★"]]}
Museum Raja Ali Haji
BATAM I KEJORANEWS.COM : Deretan huruf berukuran besar yang menyusun kata Museum Raja Ali Haji akan segera dipasang. Selasa, (07/01/2020) 

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadis Budpar)Kota Batam, Ardiwinata mengatakan tulisan MTQ Nasional XXV Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau sudah dicabut dari bangunan museum.

“Bangunan museum ini kan sebelumnya adalah astaka MTQ Nasional tahun 2014. Jadi, kemarin masih ada namanya, sekarang sudah diturunkan dan akan segera kita ganti dengan nama Museum Raja Ali Haji. Mungkin dalam bulan ini,” ujarnya.

Pemasangan papan nama museum, ia melanjutkan masuk dalam paket revitalisasi yang dilaksanakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Revitalisasi dengan anggaran sekitar Rp 500 Juta sudah berlangsung sejak November 2019 lalu, dan sampai saat ini progresnya sudah mencapai 80 persen.

“Ada beberapa kegiatan di revitalisasi museum ini. Seperti perbaikan plafon gypsum lantai 1. Kemudian perbaikan lantai parkir, pintu, dinding, serta pemasangan AC,” katanya.

Ia mengatakan revitalisasi gedung bekas Astaka MTQ ini memang diperlukan karena jarang digunakan. Padahal lokasi ini selalu menjadi incaran wisatawan jika melewati Dataran Engku Putri Batam Centre. Serta berharap proses revitalisasi bisa segera selesai, sehingga museum ini dapat secepatnya dibuka untuk umum, sembari terus melengkapi koleksi.

“Karena tempatnya juga strategis, ramai dan sering digunakan untuk swafoto. Makanya kami manfaatkan gedung ini,” tutup Kadis Budpar Batam.



Andi Pratama
 
Top