{[["☆","★"]]}
Ketua PKK, Camat dan Kades -
MESUJI I KEJORANEWS.COM :  Pemerintah Kabupaten Mesuji melalui Bidang Perlindungan Anak, Dinas Pengendalian Penduduk, KB Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengadakan kegiatan penyerahan alat permainan anak, di Desa Tanjung Raya, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Mesuji.

Acara ini diadakan dalam rangka pembentukan Desa Layak Anak (DEKELA) dan Kecamatan Layak Anak (KELANA) guna mendukung terwujudnya Kabupaten Mesuji Layak Anak (KLA). 

Acara ini dihadiri langsung Ketua serta tim penggerak PKK KabupatenMesuji Ibu Hj. Nely Wati Saply, Pelaksana tugas kepala Dinas pengendalian penduduk keluarga bersama perlindungan anak S. Bowo Wiranto, Kepala Bidang(Kabid) Perlindungan Anak PPKBPPPA Sripuji Haryanthi Hasibuan, S.Sos.MSi, Camat se-Kabupaten Mesuji, Kepala Desa se-Kecamatan Tanjung Raya dan se-Kecamatan Simpang Pematang.

" KLA Merupakan Program Tahunan yang berkelanjutan dari Kementerian PPPA, yang diturunkan kepada Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Kota guna mewujudkan Indonesia Layak Anak Tahun 2030, " kata plt Kadis S. Bowo Wiranto saat beri kata sambutan di acara.

Kabupaten Mesuji bertekad untuk dapat meraih predikat Kabupaten Layak anak sebagaimana yang sudah diraih oleh beberapa Kabupaten atau Kota yang ada di provinsi Lampung. Tentu saja hal ini membutuhkan kerja keras dan tekad bersama semua elemen masyarakat, mulai dari tingkat Dssa, Kecamatan maupun tingkat Kabupaten, lanjutnya plt Kadis Bowo.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak(TP) PKK Kabupaten Mesuji ibu Hj. Nelliwati Saply mengatakan, bahwa penyerahan alat permainan anak ini tersebut, dimaksudkan sebagai stimulan dari pemerintah Kabupaten Mesuji kepada Desa dan kecamatan, dengan harapan Desa maupun Kecamatan dapat bermitra dengan dunia usaha dan masyarakat untuk lebih peduli kepada Anak-anak di Kabupaten Mesuji.

" Alat-alat permainan anak-anak ini harus dijaga atau harus dirawat dengan baik dan benar-benar dipergunakan oleh Anak-anak. Bukan untuk orang dewasa atau untuk orang pacaran karena bisa cepat rusak karena bebannya terlalu berat bila untuk orang dewasa, " ujarnya Hj. Neliwati Sapli. 

Di sela acara, Kabid perlindungan anak Sripuji Haryanthi Hasibuan menyampaikan bahwa berapa point penting dalam kegiatan itu adalah terbentuknya kelembagaan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat(PATBM) di setiap Desa, terbentuknya Forum Anak Daerah yang melalui dari Desa, kecamatan dan Kabupaten, tersedianya Pusat Kreativitas Anak, Puskesmas Ramah Anak, Sekolah Ramah Anak dan tertibnya regulasi atau peraturan tentang perlindungan Anak.

Lanjut Kabid perlidungan anak Sripuji Haryanthi Hasibuan, bahwa kekerasan terhadap anak di Kabupaten Mesuji, yang diproses ke jalur hukum relatif kecil. Hal itu karena keengganan masyarakat untuk melaporkan kepada pihak berwajib. Melalui kegiatan ini, diharapkan kepedulian yang besar dari seluruh masyarakat Kabupaten Mesuji untuk  melaporkan setiap kasus kekerasan anak yang terjadi.

" Sehingga setiap kasus dapat diproses melalui jalur hukum. Hal ini untuk memberikan efek jera kepada pelaku dan tentu saja diharapkan akan menekan seminimal mungkin berbagai kekerasan terhadap anak. Dengan perlindungan anak yang baik, akan menjadikan Mesuji sebagai Kabupaten Layak Anak, " harap Kabid perlindungan anak Sripuji Haryanthi Hasibuan.

(Sagiman/Yusri)
 
Top