Rakerda REI 2019: Pekerjaan Semakin Sedikit, Peraturan Makin Banyak


Rakerda REI 2019: Pekerjaan Semakin Sedikit, Peraturan Makin Banyak

Ketua DPD REI Khusus Batam
BATAM I KEJORANEWS.COM : Ketua Dewan Perwakilan Daerah Realestate Indonesia (DPD REI) Khusus Batam, Achyar Arfan menyampaikan dengan adanya 2000 hektar lahan dialokasikan sebagai lahan Kavling Siap Bangun (KSB) untuk menampung masyarakat yang bermukim dilahan milik orang lain. Kamis, (05/09/2019) 

"Baru sekitar 50% dibangun, masih ada 1000 hektar dan juga terdpat 50 ribu Kepala Keliarga (KK) yang masih tinggal di rumah liar di tanah-tanah para pengembang. Kalau Pemerintah Kota (Pemko), BP Batam dan REI bisa bekerjasama, kita akan ciptakan lingkungan yang jauh lebih baik, mulai dari setplan, pengwasan pembangunan, serta lingkungan. Kalau tidak dimulai dari sekarang rumah-rumah liar ini saya yakin tidak akan selesai," terangnya.

"Karena butuh 50 tahun. Dimana tahun 2017 hanya dapat membangun sekitar 800 unit, 2018 sekitar 1200 unit, dan tahun ini 1500 unit," ungkapnya pada Rapat kerja daerah (Rakerda) bertemakan peran REI Batam sebagai motor penggerak ekonomi dalam menyediakan hunian yang modern dan terjangkau di Batam. (4/9) di Nagoya Hill Hotel, Lubuk Baja - Batam.

Peserta Rakerda REI 2019
Selanjutnya ditempat yang sama Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi DPP REI, Djoko Slamet Oetomo menyampaikan Rakerda merupakan kegiatan suatu organisasi yang mana melakukan suatu evaluasi dan tentutnya juga rencana program-program kedepan, dalam kesempatan yang baik ini tentunya juga mengurai persoalan - persolaan secara bersama.

"Menyikapi setiap kebijakan, peraturan - peraturan baru dari pemerintah. Pekerjaan semakin sedikit, peraturan makin banyak, Kota Batam sangat berbeda dengan kota - kota yang ada di Indonesia. kedepan hnedaknya kita semakin berkualitas sehingga dapat meberikan kebaikan." Tutupnya.

Pembukaan Rakerda REI 2019
Berikutnya, Asisten Bidang Perekonomian, Syamsul Bahrum menyampaikan kota Batam mempunyai dua kekuatan besar yaitu Pemko dan BP Batam, yang harus di selaraskan. karena budget - budget untuk Batam, anggarannya cukup besar.

"Untuk itulah Batam ini harus masuk dalam Kota Metropolis Bandar Dunia Madani. Setapak sepijak dengan apa yang dibuat oleh Pemerintah Kota Batam," terangnya mewakili Plt. Gubernur Kepri dalam membuka Rakerda yang dihadiri oleh DPD REI se-Sumatera.




Andi Pratama
Lebih baru Lebih lama