KAHMI Batam Siap Hadapi MEA


KAHMI Batam Siap Hadapi MEA

BATAM I KEJORANEWS.COM : Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) tidak henti-hentinya menjadi buah bibir masyarakat, namun banyak sekali masyarakat tidak mengerti apa itu yang dimaksud dengan MEA. Membedah masalah MEA ini, Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Batam mengadakan Focus Group Discussion (FGD) pada Sabtu malam (16/4/16). 

 
Kebiasaan berdiskusi itu merupakan salah satu aktifitas ketika mereka masih aktif menjadi mahasiswa dan berada di HMI dahulu, kegiatan yang masih dilakukan hingga sekarang ini, memperlihatkan semangat bahwa mantan-mantan aktivis mahasiswa ini tidak pernah luntur dalam kajian-kajian ilmiah, dan semakin menegaskan bahwa Alumni HMI adalah kaum Intelektual yang tidak pernah berhenti melakukan diskusi. Menurut HMI "Berteman lebih dari Saudara", hingga saat ini hal itu masih terpatri diingatan para Alumni HMI.


FGD ini dihadiri Alumni-Alumni HMI yang ada di Batam, ibarat cerita Batam adalah mininya Indonesia karena berasal dari berbagai daerah dan suku bangsa, demikian juga dengan Alumni HMI di Batam yang juga berasal dari Cabang yang berbeda-beda. Selain dihadiri para Kader HMI Cabang Batam, kegiatan ini juga dihadiri kader HMI Cabang Tanjung Pinang yang masih aktif.

FGD yang di gelar di Soup Medan Royal Sincom Batam Center ini, memunculkan buah pikiran dan gagasan yang menjadi poin-poin penting yang bisa dijadikan rujukan, diantara poin-poin itu adalah;

Ibrahim Koto
(Mantan Presidium KAHMI Batam)
Kehadiran MEA sudah harus kita terima, Di beberapa kota Kahmi sudah membuat usaha yg bermanfaat bagi Kahmi dan HMI. Kahmi Batam sudah launching BMT berkaitan dengan MEA, Kahmi perlu membuat lembaga sertifikasi dan lembaga riset yang relevan yang nantinya diserahkan tanggung jawabnya kepada PKMD, Kahmi Batam harus Mendorong pemerintah lebih serius menghadapi MEA.

Suyono Saputro
(Sekretaris Umum KAHMI Batam / Head of HR Corporate PT. Panbil)
Ada persepsi yang salah bahwa MEA itu sebuah ancaman, sebenarnya MEA adalah itu peluang.
Untuk menggapai peluang tersebut apa yang harus kita siapkan?
Kita harus menyiapkan sertifikasi keahlian, 2 tahun lalu sebelum dengung MEA pihak luar negeri sudah menyerbu ibukota Jakarta.

Lukman Hakim
(Alumni HMI Cabang Pekanbaru / Jasa Security)
Kajian MEA ini menarik sayangnya bagi banyak intelektual masih kurang diperhatikan, Siapkah kita bersaing di dalamnya?
Ini tantangan berat kita, Di bidang jasa sekuriti ada Perkap tentang Gada Pratama yg di Batam baru 20% sekuriti yg mengikutinya, Pemerintah bertanggung jawab menyiapkan profesi dan bidang terkait menghadapinya, Tugas kita menggali permasalahan dan kesiapan kita menghadapi MEA.

Ifdil Jamal
(Alumni HMI Cabang Batam / Kabag BKPM BP Batam)
Monitoring BKPM menemukan balai diklat yg ada di batam belum bersertifikat padahal kemampuannya melebihi asing yg bersertifikat, Kahmi Batam bisa mbuat lembaga sertifikasi industri. BP Batam sudah buat inkubator UKM namun kelanjutannya kurang pembinaan. Kegiatan pelatihan sertifikasi keahlian oleh smk 1 dan Disnaker hanya mencapai target 20% dari kuota yang tersedia, Bahkan sertifikat yang dikeluarkan Disnakar banyak yang tidak diakui dan tidak dipakai di perusahaan-perusahaan yang ada di Batam.

Arif Agus Setiawan
(Alumni HMI Cabang Batam / Pengusaha Muda)
Saatnya kita berperan aktif mendorong pemerintah lebih serius menghadapi MEA dan pada saat yang sama mengembangkan lembaga sertifikasi, Pendidikan sangat diperlukan dan sertifikasi harus disiapkan untuk bersaing dengan tenaga kerja asing yang datang ke Indonesia terkhusus Kota Batam. Pengembangan Usaha Menengah juga harus di perhatikan pemerintah Kota Batam, jangan sampai yang jual gorengan ditepi jalan nantinya gulung tikar karena kalah bersaing dengan yang datang dari negara-negara Asean.

Yudi Putra
(Alumni HMI Cabang Padang / Guru SMK 6 Batam)
MEA ini bagi akademisi ibarat cerita sebelum tidur yang tidak disangka begitu kita bangun ternyata MEA ini sudah terwujud, dengan demikian masyarakat Indonesia sejatinya belum siap menghadapi MEA, oleh karena itu diharapkan KAHMI Batam mampu mberikan terobosan-terobosan dalam menghadapi MEA.

Amir Mahmud
(Alumni HMI Cabang Jogjakarta)
MEA adalah peluang bagi Kader HMI, karena kebiasaanya dalam diskusi sejatinya modal besar dalam menghadapi MEA, yang perlu di Ingat adalah MEA adalah Peluang bukan Penghalang.

Vidiel
Lebih baru Lebih lama