HANI SANG PENULIS


HANI SANG PENULIS

KNC : Cerpen 


Dikala cinta membingungkan apa yang musti engkau lakukan, pernahkan engkau mencintai dua orang.Keduanya memberikan yang sangat berarti bagimu, kamu ingin memiliki keduanya tapi itu tak mungkin karna akan membuatnya perasaan orang yang engkau cintai terluka. 


Aku Mahasiswa di Batam, aku semester akhir jurusan sastra Jepang. Aku sudah punya pacar yaitu anak sastra Jepang juga. Kami sudah lama pacaran dan aku sangat menyayanginya. Tapi tiba-tiba dia datang, aku tak tau dari awalnya aku bisa suka sama dia. Dia anak Sastra indonesia, ku akui cerpen-cerpen dan tulisan yang dia terbitkan selalu bagus dimataku.

Aku kagum padanya sampai aku mendekatinya dengan caraku sendiri. Ternyata dia sangat menyenangkan, dibalik sifat pendiamnya ternyata dia humoris juga. Setelah enam bulan aku mengenalnya rasa ini makin mengebu ingin memilkinya tapi aku dah punya pacar dan aku juga menyayanginya. Aku tak mau menyakiti pacarku Andini karna ku tau dia sangat mengharapkannya. Sore itu, aku sedang mengantar Hani pulang tiba-tiba Hpku berdering. Setelah Hani masuk rumah ku angkat telponnya:
            “ Ya sayang ada apa?”
            “ Kamu kemana?”
            “ Ini ngantar teman?”
            “ Teman??? Hani maksud kamu,sekarang kita putus”
            “ Putus kenapa?”
            “ Aku tau kamu mendekati Hani,bahkan aku sering liat kalian mesrah berduaan,kamu duakan akukan, aku tau kok Hani juga ada rasa sama kamu”
            “ Tapi aku lebih milih kamu sayang,aku nggak mau kehilangan kamu”
            “ Kalau gitu kamu jauhi Hani, jangan pernah kamu kerumahnya,telpon dia, n sms dia, low kamu melanggar itu semua kita putus.”
            “ Tapi......”
Telpon terputus, Andini marah sama aku. Aku tau dia marah setellah tau semuanya. Aku lansung pulang dan aku pikirkan semuanya dengan matang. Sungguh aku kebingungan dengan masalah ini. Aku memikirkan semalam,
            “ Andini lebih tau aku, gimana aku, dan aku tau dia serta dari keluarga mana, pasti dia mencintaku apa adanya, sedangkan Hani aku tak tau apakah dia dari keluarga baik-baik atau tidak, aku hanya mengenalnya sebatas dikampus aja aku tak tau apakah dia mencintaiku apa adanya atau bisa – bisa aja dia hanya cinta karirku” pikirku
Akhirnya aku memutuskan untuk memilih Andini pacarku, aku lupakan Hani. Aku mulai menjauhinya. Bisanya tiap pagi aku selalu sms dia, tapi sekarang tidak lagi. Biasanya aku selalu datang kerumahnya, sekarang aku sudah nggak mau kerumahnya, berkali-kali dia telpon aku tak pernah aku angkat. Aku tak mau melanggar apa yang diucapin Andini. Hari itu aku duduk di koridor kampus, tiba-tiba Hani menghampiri aku. Aku sudah tidak bisa mengelak lagi,
            “ kamu kenapa sih menjauh gitu dari aku”
            “ Siapa yang menjauh, aku sibuk aja”
            “ Ohw gitu”
            “ Pi sepertinya kita nggak usah terlalu dekat lagi”
            “ Lah kenapa?”
            “ Aku tau kamu ada rasa sama aku,pi aku sudah ada Andini yang mengisi hatiku,jadi kamu cari aja yang mencintai kamu, yang lebih baik, kita nggak saling kenalkan, aku akan pergi dari kehidupanmu”
            “ Begitu ngototnya kamu pengen pergi dari kehidupan aku, kitakan bisa berteman” jawab dia menunduk
            “ Pi aku tidak bisa, maafkan aku” Ku peluk dia karna kasihan
Dia hanya diam,, Tiba – tiba aku melihat Andini dari jauh. Segera kulepas pelukan Hani.
            “ Ku harap kamu mengerti, lupakan aku”
            “ ya lupakan Ari, jangan pernah kamu mengharapkannya” kata Andini baru datang
            “ Kita bisa berteman kok” jawab Hani dengan tegas
            “ Apa maksud loe? Masih pengen dekat-dekat dengan Ari” cetus Andini
            “ Bukan begitu,, aku janji kok tidak akan pernah suka sama Ari sampai kapanku, dan kamu Ari nggak usah takut aku jatuh cinta padamu, pilihanmu dah benar kok” Hani dengan tegas lagi
Aku sungguh tak percaya dengan omongannya, nggak mungkin dengan mudahnya dia melupakan aku low dia benar-benar mencintaiku.
            “ Terima kasih atas pengertiannya” Aku dan Andini meninggalkan dia
Setelah itu aku tak tau lagi kabar Hani, aku tak pernah lagi baca tulisannya. Aku tak pernah lagi jumpa dengannya dikampus. Sempat ku dengar kabar dari teman-temannya kalau dia sudah jadi penulis disalah satu redaksi. Malam itu aku pulang jalan sama Andini, tiba-tiba ditengah ada seseorang yang melambaikan tangannya pakai payung karna hujan. Akupun memberhentikan mobilnya.
            “ Malam mas, boleh......” terputus
Ternyata itu Hani, aku kaget kok ketemu dia lagi.
            “ kenapa motormu Han? Tanyaku
            “ Nggak tau sepertinya rusak.”
            “ Ohw,,,trussss?” tanyaku
            “ Rencana aku mau numpang, boleh.”
            “ Nggak boleh, kamu kan basah” cetus Andini
            “ Ya, lagian itukan derita loe, yang rasain loe ngapai bilang-bilang sama orang lain” jawabku.
            “ OK aku ngerti, maaf” Hani mendorong motornya
Dan akupun melaju dengan kecepatan tinggi. Jika engkau diposisiku apa yang engkau lakukan, apa engkau tega meninggalkan cewek ditempat yang sepi seorang diri dengan keadaan hujan yang deras dan motor yang rusak.Aku tak tau bagaimana perasaan dia pi aku yakin dia juga akan ngerti. Karna ku tau dia cewek mandiri. Malam itu hujan berlanjut sampai pagi. Pagi ini aku duduk lagi dikoridor kampus karna cuaca kurang bagus. Hatiku merasa ada yang aneh sekali, rasanya ada yang ganjil. Tiba-tiba temanku Surya datang sambil membawa koran.
            “ Ada berita panas loh pagi ini, anak sastra Indonesia yang tulisannya bagus itu diperkosa semalam”
            “ Hani diperkosa?” tanyaku seakan tidak percaya berita itu.
            “ Iya semalam dia pulang kerja, dan yang parahnya yang perkosa dia ada 5 orang”
Bathinku kaget banget, aku tak tau lagi harus ngomong apa, aku tak bisa bagaimana dia sekarang.
            “ Ini semua salah aku ya” ucapku dengan lemas
            “ Kok salah kamu sih?”
            “ Coba aja aku tumpangi dia, mungkin itu nggak akan terjadi”
            “ Maksud kamu?
            “ Semalam motornya rusak ditemiang, jadi dia minta mau nebeng, aku nggak mau.”
            “ Gila kamu ya ri, sama teman cewek seperti itu, jangankan sama orang yang dikenal, sama yang nggak kenal aja mau numpangi low key gitu keadaannya, kamu harus bertanggung jawab,” Surya meninggalkanku
Aku bingung harus ngapain, aku tak ada pilihan lain kecuali diam dan hanya mendengarkan berita dari teman-teman saja. Berita itu beredar dengan cepat karna semua mahasiswa rata-rata kenal dengan dia. Berita baru dia sudah tidak bekerja lagi. Dia sangat terpuruk dengan kejadian itu. Dia juga tak pernah muncul-muncul lagi dikampus. Tulisannya juga nggak pernah muncul lagi. Aku tau bagaimana perasaannya sebagai wanita pasti hancur banget. Aku beranikan diri untuk datang kerumahnya meski melanggar janjiku pada Andini, tapi dia tak mu ditemui oleh siapapun.
            “  Han izinkan aku bicara bentar sama kamu,buka pintunya”
            “ Pulang kamu, ini kan derita gue, ngapain loe ikut campur.”
            “ Kamu bukan Hani yang ku kenal, Hani yang ku kenal selalu tegar menghadapi masalah”
            “ Aku memang bukan Hani yang kamu kenal,aku bukan Hani yang dulu, sekarang aku hina”
            “ kamu nggak hina Han, itu musibah, aku tau kamu tidak menginginkannya”
Hani terdiam saja, lama dia diam tanpa buka pintu akhirnya aku putuskan untuk pulang. Hani juga belom juga menampakkan dirinya setelah sebulan kejadian itu. Aku benar-benar kasihan dengan dia, sayang sekali kuliahnya berantakan hanya karna kejadian itu. Padahal waktu kuliah tinggal 1 bulan lagi. Pagi ini aku duduk ditaman, semua orang tertuju padaku, aku tak tau ntah ada apa dengan aku, tiba-tiba Surya mendekatiku.
            “ Kok semua orang melihatku aneh ya,”
            “ Ya lah, semua sudah tau kalau kamu itu penyebab kejadian Hani”
            “ Kok aku?”
            “ Ya lah,coba aja kamu tumpangi pasti Hani tidak apa-apa,dan kesempatan itu kamu kasih pada bajingan 5 orang itu.”
            “ Menrutmu apa yang harus ku lakukan?”
            “ Itu hanya kamu yang bisa jawab sendiri, sebenarnya Hani itu hancur ri, tapi dia pura-pura tegar aja waktu dia bilang takkan pernah menyukaimu”
            “ Dari mana kamu tau?”
            “ Waktu kejadian itu aku melihat dengan mata kepalaku sendiri Hani menangis waktu kamu tinggal bersama Andini dan meski dia coba untuk tersenyum pi senyumnya tampak hampa, dia berusaha melupakan kamu demi kebaikan kamu, demi kebahagian kamu, Dan waktu kamu berantem sama Andini 2 bulan yang lalu dialah yang datang menemui Andini agar kamu bisa baikan sama Andini lagi. Dia lakuin itu tanpa pernah pedulikan perasaan dia sendiri, dia bunuh perasaan itu padamu,pi tindakanmu malam itu lebih menghancurkan dia untuk masa depannya yang tinggal 1 bulan lagi.”
Aku kaget mendengar semua cerita Surya begitu cintanya Hani padaku tanpa mempedulikan perasaan dia sendiri. Tiba – tiba aku melihat hani muncul degerbang kampus. Dia begitu tegarnya dan masih mencoba tersenyum pada orang lain. Teman-teman yang mengenalnya menyerbunya untuk memeluknya. Aku memperhatikan betapa dia disayang sama teman-teman yang lain. Semakin lama jalannya makin mendekati aku karna menuju kelasnya dia harus melewati aku. Hatiku dag dig dug nggak karuan melihatnya seperti aku melihatnya dulu pertama kalinya. Diwajahnya seakan tidak ada kepedihan. Setelah melewati aku, aku kejar dia.
            “ Han, tunggu”
            “ Ya ada apa?” tanyanya dengan lembut seperti tidak membenciku
            “ Aku minta maaf atas semuanya”
            “ Lupain aja, udah ku maafkan bahkan aku sudah lupa tuh”
            “ Kok gitu jawabnya Han, kamu benci sama aku?”
            “ Ohw tidak sama sekali, kan itu kemauanmu dari dulu, so?”
            “PI semua batal, aku mau bertanggung jawab atas semuanya”
            “ kamu kasihan sama aku, nggak usah, aku bisa kok melewatinya sendiri”
            “ Pi aku mau menikahimu, aku tak peduli apapun yang terjadi dengan dirimu, ini bukan rasa bersalahku atau aku kasihan melihatmu pi dada ini masih bergetar bila melihatmu” ku ambil tangan Hani lalu ku letakkan didadaku. Jantungku dag dig dug nggak karuan
            “ Aku nggak bisa, karna aku dah janji bahwa tak akan pernah suka sama kamu sampai kapanmu, aku nggak mau kemakan kata-kataku sendiri”
            “ Kamu nggak pernah janji sama aku, semua batal”
            “ Aku dah janji sama diriku sendiri, masih banyak yang pantas sama dirimu ri sedangkan aku.......” aku meletakkan jariku dimulutnya
            “ Aku tak butuh jawaban itu, aku tak peduli apapun keadaan kamu aku bisa terima, aku tau kamu masih punya rasa sama aku, jangan pernah kamu bohong sama persaan kamu sendiri, jangan pernah kamu bunuh perasaan cinta itu.”
            “ Tau apa kamu low aku masih sayang kamu?”
            “ Ni dadamu masih dag dig dug disampingku”
Lalu dia menunduk malu, Ku raih tangannya
            “ Aku udah putus kok sama Andini sebulan yang lalu, kamu mau menjadi pendampingku seumur hidup”
Semua mahasiswa dikampus yang menyaksikan itu bersorak dengan gembira karna akhirnya Hani menganggukkan kepalanya. Aku memeluknya dengan erat. Aku tak mau lagi kehilngan dia lagi. Setelah lulus kuliah kami melanjutkan hubungan kami kepelaminan. Akhirnya aku menihaki gadis yang ku cintai dan seseorang yang ku kagumi tulisannnya. Istriku Idolaku.

TAMAT

Karya  : Erna Gusnita
23 April 2012-04-23
Lebih baru Lebih lama