{[["☆","★"]]}
Sekjen ISEI Pusat bersama Pengurus ISEI Cabang Batam dan Tamu Undangan (31/01)
BATAM I KEJORANEWS.COM : Pelantikan Pengurus ISEI (Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia) Cabang Batam Periode 2019 - 2022, adalah organisasi yang didirikan dengan tujuan untuk memberikan kontribusi gagasan pemikiran bagi kemajuan ekonomi bangsa Indonesia.

Pada pelantikan ini dihadiri oleh, Sekjen ISEI Pusat, Kadispar Provinsi Kepri, Asisten III Kota Batam, Kepala Perwakilan BI Provinsi Kepri, Ketua OJK Kepri, Ketua Insa Kota Batam, Dosen dan Mahasiswa, di Gedung BI, Batam Centre - Batam. Jum'at, (01/02/2019)

Berikut Pengurus ISEI Cabang Batam Periode 2019-2022, yang dilantik oleh Sekjen ISEI Pusat, diantaranya :
Ketua : Pebrialin Razak, SE, M.Si
Wakil Ketua I : Dr. M. Gita Indrawan ST, MM
Wakil Ketua II : Dr. Jontro Simanjuntak, S.Pt, SE,  MM
Wakil Ketua III : Wisnu Yuwono SE, MM
Wakil Ketua IV : Dr. Cahyo Budi Santoso SE, M. Ak
Wakil Ketua V : Dr. Hendi Sama, S.Kom, MM
Wakil Ketua IV : H. Yulvis Wandi, SE, MM
Sekretaris : Dr. Hj. Sri Langgeng Ratnasari, SE, MM
Bendahara : Hj. Diana Titik Windayanti, SE, M.Si

Dalam sambutannya seusai pelantikan, Ketua Esei cabang Batam, Pebrialin Razak, SE, M.Si menyampaikan, Amanah yang diberikan oleh Isei pusat kepada Isei cabang Batam agar dapat dijalankan oleh pengurusnya. Isei diharapkan menjadi salah satu organisasi sebagai wadah berhimpunnya para pakar, dokter ekonomi dengan berbagai latar belakang bisnis ataupun aktifitas yang dilakukan apakah itu sebagai seorang Dosen, Akademisi, konsultan pajak, pelaku usaha ataupun ilmuwan dan peniliti, isei merupakan wadah yang memang menaungi para alumni sesuai denagn ilmu mereka miliki saat ini khususnya diblidang ekonomi,

Terkait problema pertumbuahan ekonomi Kepri khususnya di Batam, dan yang cukup mempengaruhi adalah problem dari sisi ekspor, kita mendapatkan data terakhir di Tahun 2018, Batam untuk nasional mampu memberiakn kontribusi lebih kurang 4% dari total ekspor nasional  yaitu dari total senilai US$165 Milyar, kemudian Kepri  US$ 8.673 Juta, dan Batam sebanyak US$ 6.241 Juta. "Jika kita perbandingkan antara nilai ekspor Batam untuk Kepri itu hampir di kisaran  71% hingga  72%  bahwa sumber ekspor Provinsi Kepuluan Riau, itu berasal dari Batam," ungkapnya.

Menurutnya, Batam punya kebijakan nasional dan tidak dimiliki Kabupaten/Kota lainnya di Indonesia, seperti bebas Bea masuk, PPN, memeprmudah investor dalam berinvestasi melalui program OSS. Namun dalam hal (program OSS) ini sedikit ada hambatan, "dimana yang sudah masuk melalui program OSS tidak terdeteksi di Kementrian, ini dapat menjadi masukkan buat pusat. Batam sudah mengenal OSS jadi sudah tidak lagi dengan SIUP dan TDP lagi, tapi di beberapa daerah lain masih menggunakan SIUP dan TDP. Dan ketika dilakukan kroscheck atau validasi terkait dengan konektis dengan LPSE untuk Batam tidak keluar, ini tentu dapat menghambat keikutsertaan para peserta, pelaku usaha atau penyedia barang yang ada di Kota Batam," terang Pebrialin.

Lanjut, Ketua mengatakan, terkait dengan progres yang mana dari hasil penelitian yang dilakukan teman-teman tentang pengukuran tingkat daya saing Kabupaten/Kota di Provinsi Kepulauan Riau. Bahwa Batam untuk indikator perekonomian daerah itu besarannya 0,13% di tahun 2018, kemudian indikator infrastruktur 0,11%, indikator Sumber Daya Manusia 0,61%, jumlah sektor indikator 0,85%, dan story indikator Batam masih tertinggi di Kepuluan Riau.

"Pertumbuhan ekonomi dari tahun 2014  sekitar 7,6% dan Nasional kisaran 5%, dan di tahun 2015, 2016 Batam masih sedikit diatas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional, dan mengalami perlambatan di tahun 2017, Batam dibawah rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional, yang mana diawal bulan Maret 2017 dikisaran 2,17% dan Nasional di 4% sampai 5% pertumbuhan perekonomiannya," jelasnya.

Sekjen ISEI Pusat Melantik Pengurus ISEI Cabang Batam Periode 2019-2022
Penyebab signifikan yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Batam adalah disektor industri pengolahan, "karena Batam selama ini ketergantungan berat khususnya mendorong lajunya pertumbuhan adalah disektor industri pengolahan yang saat ini mengalami perlambatan bukan tidak tumbuh tapi mengalami perlambatan dan di 2017 tumbuhnya sekitar 2,9% dan ditahun 2018 mecapai 4,6%, dan target ditahun 2019 sekitar 7% sepertinya agak sulit untuk diwujudkan tapi paling tidak kisaran antara 3% sampai 5%," pungkas Ketua Isei cabang Batam Periode 2019 - 2022.

Selanjutnya sambutan dari pengurus pusat, Sekjen ISEI Pusat, Prof. Dr. Ina Primiana, SE MT4 menyampaikan, kepada ISEI cabang Batam yang baru dilantik, kami sangat berharap ada kegiatan-kegiatan positif buat daerah, bersinergi dengan stackholder, Pemerintah Provinsi dan Kota.

"Dimana saat ini, Ketua Umum kita sangat konsen dengan pengembangan di daerah. Jadi ini akan diperhatikan sejauh mana kegiaitan-kegiatan dan program ISEI di Cabang ini akan berdampak kepada pembangunan atau daya saing," terangnya.

Ditempat yang sama mewakili Gubernur Kepri, Kepala dinas pariwisata kepri, Drs. Bualimar menyampaikan, dengan pelantikan  mudah-mudahan dapat membuat kemajuan Kota Batam dan Kepuluan Riau pada umumnya. dan dapat juga menyumbang pemikiran pengemabangan parawisata tidak hanya dari segi exspor nasional.

Kepri ini sangat luas sekali dengan 2.408 pulau, dan terdapat 19 pulau terluar yang berbatasan langsung dengan 3 negara, dimana 96% lautan dan 4% daratan, ada 9 pintu masuk diantaranya 7 melalui lautan dan 2 lewat bandara. "Biarpun Isei belum ada yang di Provinsi dan cabang di Daerah lain, mungkin penguasaan-penguasan ekonomi bisa di handle oleh Ketua Cabang terpilih, karena Kita tidak dapat berjalan sendiri-sendiri, mari kita bekerajasama untuk kemajuan Provinsi Kepuluan Riau," tutupnya.





(atm)
 
Top