{[["☆","★"]]}
Masyarakat Nelayan Natuna saat Sosialisasi
NATUNA I KEJORANEWS.COM : Tidak seimbangnya harga jual ikan tangkapan nelayan, antara di pasaran dengan yang dibeli oleh PT. Perindo dipertanyakan oleh sejumlah Nelayan Natuna. Seperti yang disampaikan oleh Tarman, Nelayan Pulau Tiga saat acara Sosialisasi Pemberdayaan  Nelayan yang digelar Direktorat Intelkam bidang Ekonomi Polda Kepri, di Natuna Hotel, Senin (24/9/2018) pagi.

Dalam penyampaiannya Tarman mengaku heran dengan perbedaan harga ikan di nelayan dan di pasar. Perbedaan harga itu dinilainya terlalu jauh. Ia menilai kondisi harga tersebut dapat merugikan nelayan dan masyarakat selaku konsumen yang hari-hari mengkonsumsi ikan.

"Satu hal yang kami rasa tidak wajar, perbedaan harga ikan di nelayan dan di pasar terlalu jauh. Harga ikan dari nelayan paling mahal cuma Rp. 30 ribu perkilo tapi di pasar bisa dijual sampai Rp. 100 ribu. Kasian pembelinya," kata Tarman.
Narasumber saat Sosialisasi


Perbedaan  harga ini disebutnya juga berpengaruh pada semangat nelayan dan berpotensi menimbulkan kecemburuan sosial pada nelayan.

"Dan saya rasa kami wajar iri dengan perbedaan harga ini. Kami yang susah payah mencari ikan dengan bertaruh nyawa melawan badai, gelombang tinggi dan dengan operasional yang besar dapat harga kecil. Sementara mereka yang sekedar menunggu saja di  pasar menjualnya dengan harga mahal. Ini kami rasa kurang seimbang," jelas Tarman.

Dengan begitu, ia berharap kepada pemerintah agar membuat satu aturan yang solutif dan berpihak juga kepada nelayan.

"Kami ingim ada semacam aturan yang jadi penyeimbang harga. Kalau macam ini terus, kami selaku nelayan dan masyarakat sebagai konsumen ikan menjadi trok," tegasnya.

Sementara itu di tempat yang sama, menanggapi keluhan nelayan, Kepala Disprindag Kabupaten Natuna, Helmi Wahyuda membenarkan terjadinya kondisi di atas. Ia mengaku prihatin dengan nelayan yang notabene memilki keuntungan kecil dari hasil jerih payahnya.

"Kami turut prihatin dengan nasib nelayan. Kami akan segera merancang regulasi untuk mengurangi disparitas harga ini dan kami akan menitikberatkan aturan itu untuk keuntungan nelayan. Kami juga menilai keadaan ini sebagai hal yang tidak wajar," ujarnya menanggapi.

Adw
 
Top