{[["☆","★"]]}
Photo Bersama Satker dan OPD Kepri dan Lingga
LINGGA I KEJORANEWS.COM : Rapat konsultasi dan koordinasi dalam rangka mendukung kegiatan Revisi RTRW Kabupaten Lingga Tahun 2011-2031, dibuka oleh Bupati Lingga Allias Wello di hotel lbis Style Kota Batam. Kamis (2/8/2018).

Pada pembukaan itu Alias Wello mengamanatkan bahwa melalui forum itu dilakukan untuk sinkronisasi pembangunan infrastruktur di Kabupaten Lingga  serta mempercepat pembangunan yang ada di Kabupaten Lingga.

" Guna mempercepat proses pembangunan di Lingga maka di perlukan perencanaan tata ruang wilayah,untuk itu maka diadakan rapat koordinasi dan konsultasi untuk mendukung revisi dari RTRW kabupaten Lingga ini, " ujar Allias Wello.


Dikatakannya bahwa, revisi RTRW itu memiiki beberapa tujuan, yakni  terbangunannya jalan lingkar Utara dan Selatan di Kota Daik, terbangunnya beberapa poros jalan Simpang Resun-Belungkur, jalan poros Daik-Penarik-Mentuda, program pengentasan permukiman kumuh, pembangunan kota pusaka dan pembangunan agropolitan serta pencetakan sawah dan irigasi sawah di Kabupaten Lingga.

Dalam kesempatan itu, bupati juga menyatakan bahwa Kabupaten Lingga sedang mempersiapkan diri untuk kegiatan besar yaitu KTT Kelapa Dunia yang akan dilaksanakan pada 02 September 2018. Dan itu menurutnya yang pertama kali dilaksanakan di Indonesia, untuk itu ia menyampaikan perlunya persiapan dan percepatan pembangunan terutama di bidang fisik.

Rapat konsultasi dan koordinasi dalam rangka mendukung kegiatan Revisi RTRW Kabupaten Lingga dihadiri oleh satuan kerja dan dinas/badan yang terkait dengan penataan ruang dan pembangunan provinsi Kepri serta  Satker dan OPD Kabupaten Lingga.

Beberapa aspirasi yang masuk dalam rapat tersebut adalah (1) agar revisi RTRW Kabupaten Lingga dibuat sesuai dengan Peraturan Menteri ATR terbaru yakni Permen ATR No. 01 Tahun 2018, serta melakukan sinkronisasi perubahan kawasan struktur ruang dan pola ruang.

Sedangkan satuan kerja yang hadir menyampaikan agar program kerja yang direncanakan di Kabupaten Lingga dimasukkan ke dalam rencana struktur ruang, pola ruang atau indikasi program dalam rencana tata ruang wilayah seperti rencana pembangunan irigasi, dan pembangunan rumah khusus nelayan.

Pada rapat ini dinas ESDM Provinsi Kepri, Kabupaten Lingga terdapat 4 (empat) blok kawasan tambang mineral logam yang baru untuk dimasukkan ke dalam dokumen. Kemudian, Kehutanan LH Provinsi Kepri menyampain bahwa kawasan yang masih dalam proses tora agar dimasukkan fungsi pelepasannya di peta pola ruang.

Selain itu, Satker yang hadir juga menyampaikan program apa saja yang telah dilakukan di Kabupaten Lingga beberapa tahun terakhir, untuk tahun 2019 program kerja di Kabupaten Lingga masih dalam tahap usulan, namun dengan agenda besar yang akan diadakan di Kabupaten Lingga maka bisa jadi pada tahun 2019 akan ada program atas arahan direktif dari presiden.

Mardian
 
Top