{[["☆","★"]]}
Tentara Yaman dan Rudal Balistik
YAMAN I KEJORANEWS.COM : Pasukan tentara Yaman, yang didukung oleh para pejuang sekutu dari Komite-Komite Populer, menembakkan rudal balistik yang dirancang di dalam negeri dan dikembangkan ke sebuah target ekonomi strategis di Jizan wilayah perbatasan barat daya Arab Saudi. Serangan itu sebagai pembalasan atas agresi militer rezim Riyadh yang menghancurkan negara mereka yang miskin.

Sumber militer Yaman, yang tidak mau disebutkan namanya, mengatakan rudal jarak pendek Badr-1 menghantam Bandara Jizan, juga dikenal sebagai Bandara King Abdullah bin Abdulaziz, dengan ketepatan tinggi pada Kamis sore (19/7/2018), jaringan televisi al-Masirah berbahasa Arab melaporkan.
Seorang bocah yang mengungsi dari kota pelabuhan Laut Merah Hudaydah duduk di luar sebuah rumah, tempat ia dan keluarganya tinggal di pinggiran kota Sana'a, Yaman, pada 10 Juli 2018. (Foto oleh Reuters)

Perkembangan itu terjadi hanya satu hari setelah pasukan Yaman menyerang kilang minyak perusahaan minyak dan gas alam nasional Arab Saudi, Aramco, di ibukota kerajaan Riyadh menggunakan kendaraan udara tak berawak yang tahan lama Sammad-2 (Invincible-2).

Pada Kamis itu, delapan orang kehilangan nyawa dan lima orang lainnya, termasuk wanita dan anak-anak, mengalami luka-luka ketika pesawat tempur Saudi melakukan serangan udara terhadap sebuah rumah di daerah al-Seifi di distrik Sahar di provinsi barat laut Yaman, Sa'ada.

Pasukan Yaman dan pasukan sekutu mereka juga meluncurkan rudal jarak pendek di sebuah pertemuan milisi yang disponsori Saudi yang setia kepada mantan presiden Yaman Abd Rabbuh Mansur Hadi di daerah provinsi barat laut negara Hudaydah.

Kementerian Hak Asasi Manusia Yaman mengumumkan dalam sebuah pernyataan pada 25 Maret bahwa perang yang dipimpin Saudi telah menyebabkan 600.000 warga sipil tewas dan terluka sejak Maret 2015.

PBB mengatakan, rekor 22,2 juta warga Yaman membutuhkan bantuan makanan, termasuk 8,4 juta warga yang terancam oleh kelaparan yang parah.

Seorang pejabat tinggi bantuan PBB telah memperingatkan terhadap kondisi hidup "bencana" di Yaman, yang menyatakan bahwa ada peningkatan risiko kelaparan dan kolera di sana.

"Konflik telah meningkat sejak November, mendorong sekitar 100.000 orang dari rumah mereka," kata John Ging, direktur operasi bantuan PBB, kepada Dewan Keamanan PBB pada 27 Februari 2018.

Sumber: presstv.com
 
Top