{[["☆","★"]]}
Hendro, Pemimpin PDAM
NATUNA I KEJORANEWS.COM : Memasuki musim kemarau, debit air bersih di bak penampungan atau resevoar milik Perusahaan Daerah Air Minum  (PDAM) Tirta Nusa Natuna mengalami penurunan, mengantisipasi kekurangan air bersih tersrbut, Perusahaan DaerahAir Minum ( PDAM) Terapkan Sistem Buka Tutup Kran. Namun hal itu ternyata berdampak pada berkurangnya suplai air bersih ke rumah pelanggan.

Namun hal itu diakui oleh Pimpinan PDAM Tirtanusa Ranai, Hendro, masih kurang efektif karena banyak pelanggan yang mengeluhkan tidak kebagian air hingga berhari – hari, padahal sistem buka tutup kran pada pipa induk  itu telah diberlakukan.

"Kita kan tidak tahu kalau pelanggan tidak sampaikan ke kita, kemungkinan itu saat kran air dibuka aliran angin di dalam pipa tidak keluar, jadi menyumbat jalan air," kata Hendro, Kamis (17/5/2018).

Jika hujan tidak kunjung turun, dikhawatirkan debit air dalam resevoar di wilayah Sebayar dan Gunung air makan akan semakin berkurang. Hal ini akan semakin berdampak kepada suplai air kerumah pelanggan.

Bila hal itu terjadi, Hendro mengatakan tidak kecil kemungkinan pihaknya akan mengambil kebijakan pemberlakukan buka tutup kran lebih ketat, atau langkah terakhir yang akan diambil pihaknya adalah menyuplai air bersih ke setiap wilayah dengan menggunakan mobil tangki.

"Kita berharap hujan segera turun,dan tidak sampailah debit air terus berkurang, tapi kalau itu terjadi langkah terakhir ya distribusi air dengan menggunakan mobil tanki, kita siapkan dilapangan di wilayah yang putus air, nah itu jalan terakhir," tambah Hendro.

Menurutnya lagi, saat ini manajemen dan teknisi lapangan PDAM terus berupaya untuk memaksimalkan suplai air bersih ke rumah pelanggan.
Namun bila dalam kondisi seperti saat ini masih ada pelanggan yang tidak kebagian air bersih hingga dua hari atau lebih, masyarakat diharapkan dapat langsung melaporkan kepada PDAM atau Layanan pengaduan di Grub Whatsapp, bukan Media Sosial facebook.

"Kita kan tak setiap saat buka Facebook, kalau disampaikan langsung ke PDAMkan lebih mudah, atau grub Layanan Pengaduan di WA, di situ saya bisa pantau," tandas Hendro.

Adw
 
Top