{[["☆","★"]]}
Ustad Qosim dan Spanduk Dukungan Masyarakat
ANAMBAS I KEJORANEWS.COM : Pasca pemberitaan di media massa tentang penetapan Bupati Anambas Abdul Harris, SH.  sebagai tersangka atas dugaan penyalahgunaan wewenang dan fitnah yg dilaporkan oleh perusahaan PT. Kartika Jaya Jemaja ( KJJ). Sejumlah masyarakat Anambas, khususnya di Kecamatan Jemaja, yang prihatin dengan nasib Abdul Harris, mulai memperbincangkannnya  di kedai-kedai kopi dan tempat umum.
Ustad Qosim

Menyikapi hal itu, salah seorang tokoh agama di Jemaja, yakni Ustad Qosim berupaya untuk langsung memimpin Gerakan Save (selamatkan) Bupati Anambas.

Gerakan Save Bupati Anambas yang ia lakukan dengan  cara membuat pernyataan dukungan dengan aksi pengumpulan tanda tangan seluruh masyarakat Jemaja.

Aksi pengumpulan tanda tangan itu, ia pusatkan di Gedung BPMJ kelurahan Letung, Jumat (27/4/2018).

Ustad Qosim menyatakan, bahwa aksi yang ia lakukan murni bentuk dukungan terhadap Bupati Anambas dan tanpa ada unsur politik.

" Kami masyarakat Kecewa atas penetapan status tersangka terhadap Bupati kami. Kami berharap presiden benar-benar membela Bupati, bukan malah membela perusahaan KJJ yang notabenenya adalah Penanam Modal Asing (PMA)." Ujar Ustad Qosim.

Menurutnya, dugaan yang dituduhkan kepada bupati, seharusnya pihak perusahaan melaporkannya ke wilayah kerja Polres Anambas ataupun Polda Kepri. Sebab laporan yang langsung ke Bareskrim Polri tersebut, sangat jelas tidak menghargai keberadaan Polres dan Polda Kepri.

" Saudara Abdul Rahman yang melapor ke Barekrim Polri, adalah bentuk tidak menghargai Polres Anambas khususnya dan Polda Kepri pada umumnya. Apakah dia menilai kinerja Polres kami tidak Berkompeten? kami sangat kecewa. Saya mewakili ustad yg ada di kecamatan Jemaja ini, melakukan gerakan ini adalah wujud kepedulian kami terhadap bupati kami. Kami merasa bangga memiliki seorang bupati yg membela aspirasi masyarakat nya." Jelas Ustad Ini.

Ia menambahkan, bahwa di zaman sekarang ini,enurutnya sudah langka mencari sosok bupati yg membela keinginan masyarakat. Untuk itu ia  berharap menteri Lingkungan Hidup memberikan penghargaan kepada Bupati Abdul Harris, SH yang memiliki kebijakan menjaga Hutan demi kepentingan lingkungan dan masyarakat banyak.

" Kami mendukung bupati kami karena wilayah kami sangat kecil, jika hutan kami habis, maka kami akan tenggelam, sebagaimana bencana yg menimpa kampung Kani di awal tahun lalu.  Di mana saat itu kamj mendapatkan musibah banjir. Musibah itu merupakan musibah yg pertama kali, itu saja hutan belum ditebang, apalagi nanti kalau sudah ditebang, kami tidak bisa membayangkanya. Tutup Ustaq Qosim.

Ustad Qosim berharap aksi itu akan terlaksana selama selama tiga hari tiga malam, sehingga tanda tangan masyarakat bisa terkumpul sebanyak- banyaknya.

Aksi yang dilakukan ustad Qosim tersebut, mendapat dukungan dari Mudahir, SIP.,  Ketua KNPI Jemaja. Mudahir yang dihubungi via telepon seluler mengatakan, KNPI Jemaja sangat menudukung aksi dukungan kepada Bupati tersebut, dan menurutnya, aksi itu juga  sangat didukung oleh seluruh lapisan.

" Saya berharap gerakan ini dilakukan oleh seluruh masyarakat Anambas di manapun mereka berada, dan semoga bisa masuk ke Museum Rekor Indonesia ( Muri)." Tambahnya

Lionardo
 
Top