{[["☆","★"]]}
Razia Pol PP Natuna Temukan Sejumlah Pelajar di Semak-semak
NATUNA I KEJORANEWS.COM : Pemerintah Kabupaten Natuna, lewat Satpol PP, terus menekan kenakalan anak remaja.Hal tersebut diungkapkan Ketua Tim  Patroli Kantrantibmas Pol PP, Kasi Gakdatib Hamid Hasnan, S.Pd,M.A Saat ditemui di lapangan, Sabtu (20/1/2018).

Dikatakannya sekitar  pukul 23.00 ,WIB,  Pol PP melakukan giat rutin dangan sasaran remaja dan anak sekolah, ditempat tempat sepi. Dinginnya malam, membuat sepasang muda mudi ini, semakin terlena. Sepasang anak manusia berlainan jenis ini, rela menelusuri semak semak, agar terhindar dari pantaun manusia.
Namun naas bagi mereka, sorot mata Satpol PP yang lagi melakukan razia, tidak terlepas dari keduanya. Sepasang muda mudi, berstatus siswa SMK sedang memadu kasih, inipun dipaksa keluar dari semak belukar.

Tidak jauh dari tempat  itu, ditemukan pula 4 orang remaja  berstatus siswa sedang mengkomsumsi obat batuk Komix. Menurut keempat remaja tersebut mendapat obat komix  di salah satu kedai kelontong di jalan pramuka Ranai, dan sudah pernah dirazia oleh tim yg sama.

Yang paling mencengangkan, tim mendapati sekelompok orang, sedang minum tuak,  ditemani 2 org remaja wanita berhijab, salah satunya masih berstatus siswa SMK di Kec Bunguran Timur Laut.

Adapun TKP  di jalan menuju Mesjid Agung Natuna. Dari hasil penelitian, tuak tersebut dibeli,  di kedai seputaran kuburan Batu Hitam Ranai.

Untuk mengatasi permasalahan ini, Hamid Asnan menghimbau,agar  semua instansi terkait dengan segala kewenanganya  serius membuat regulasi yang jelas sehingga Satpol PP Kab. Natuna tidak  ada hambatan dalam melakukan pengawasan, pembinaan dan penindakan terhadap orang-orang  yang tidak bertanggungjawab.

Selama ini memproduksi tuak dan memperjualbelikan arak dan obat batuk Komix secara bebas kepada anak2 di Kab Natuna sudah lama berlangsung.

Agar generasi muda Natuna tidak hancur, maka semua pihak perlu memberikan perhatian, termasuk orang tua. 

" Kita minta orang aktif keluarga dalam menjaga anak anaknya," ucap Hamid.

Adw
 
Top