{[["☆","★"]]}
Herman, Kefua Rukun Nelayan
Lubuk Lumbang, Bunguran Timur
NATUNA I KEJORANEWS.COM : Nelayan Indonesia banyak menggunakan  cantrang dalam menangkap ikan, agar mendapat ikan dalam jumlah banyak dengan waktu yang relatif singkat. Biasanya cantrang ini dipakai nelayan yang menggunakan kapal yang memiliki tonase 10 GT ke atas.

Namun kini, penggunaan Cantrang dilarang karena penangkapan ikan dengan cantrang ini tidak hanya menangkap ikan, namun juga menarik terumbu karang yang merupakan tempat tinggal ikan. Sehingga mengakibatkan rusaknya ekosistem laut.

Waktu perpanjangan penggunaan cantrang atau pukat tarik bagi nelayan, telah habis sejak Desember 2017 lalu. 
Mengacu pada PERMEN Kelautan dan Perikanan nomor 2 / 2015 tentang pelarangan penggunaan alat penangkap ikan pukat hela atau trawl dan pukat tarik atau sein net.  

Larangan penggunaan cantrang hingga saat ini masih mengundang kontraversi dikalangan nelayan. Namun tidak demikian halnya dengan nelayan di Natuna, Nelayan Natuna mengaku mendukung pemerintah dalam pelarangan tersebut.


Ketua Rukun Nelayan  Lubuk Lumbang Kelurahan Bandarsyah Kecamatan Bunguran Timur, Herman, di Ranai , Jum’at (12/1/2018) pagi mengatakan,   polemik tentang peraturan cantrang ini tidak berpengaruh kepada nelayan di Natuna, karena menurutnya Natuna saat ini didominasi nelayan tradisional yang menangkap ikan dengan jaring dan pancing. 


"Hal ini tidak pengaruh kepada kami di Natuna,karena nelayan kami di sini, dari dulu masih menggunakan sistem tradisional, sistem ini lebih ramah lingkungan. Menjaga kelestarian ikan itu yang kami lakukan," kata Herman.

Dijelaskannya bahwa, cara menangkap ikan secara  tradisional yang dilakukan nelayan Natuna, secara tidak langsung menjaga kelestarian ekosistem laut.
Oleh karenanya larangan penggunaan cantrang    disambut positif oleh nelayan di Natuna. Ia menambahkan, meskipun nelayan Natuna tidak ada yang menggunakan cantrang, akan tetapi menurut Herman, imbas dari penggunaan cantrang oleh nelayan di luar Natuna lambat laun pasti akan dirasakan oleh nelayan di daerah ini.

"Dampaknya kedepan yang kami khawatirkan. Karena tidak mungkin nanti kalau ikan di Jawa sudah habis karena ditangkap dengan cantrang, maka nelayan Jawa akan ke Natuna," tambahnya.

Meskipun hanya sebatas nelayan tradisional, pemahaman akan pentingnya menjaga lingkungan terutama ekosistem laut, agar populasi ikan tetap terjaga, telah dipahami oleh nelayan di Natuna.

Herman menambahkan, dengan terjaganya lingkungan dan ekosistem laut, maka hasil tangkapan nelayan juga akan bertambah.

Adw
 
Top