{[["☆","★"]]}
Kasi Ops Kantor SAR Natuna, M. Saleh
NATUNA I KEJORANEWS.COM : 2 orang nelayan Sedanau kecamatan Bunguran Barat yang dikabarkan hilang saat melaut, akhirnya ditemukan oleh tim SAR Natuna bersama tim penyelamat lainya yang terdiri atas TNI AL,Polsek Bunguran Barat dan Masyarakat Setempat, dalam keadaan selamat.

Kedua Nelayan atas nama Zulkarnain (28), Rino (17),  dilaporkan hilang oleh keluarganya sejak Rabu siang, setelah   hilang kontak dengan pihak keluarga. Menurut Kasi Ops Kantor SAR Natuna, M. Saleh, keduanya ditemukan diposisi lebih kuran 5 nautical mile barat Sedanau.

Keduanya mengalami mati mesin pompong (Kapal Motor Nelayan) dan karena kondisi laut yang sedang kurang baik, pompong hanyut dibawa gelombang. 

Hanyutnya pompong nlayan Sedanau tersebut tidak terlepas dari buruknya cuaca di perairan Natuna akhir- akhir ini. Bahkan berdasarkan laporan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan geofisika, selain Angin kencang yang mencapai 58 knot perjam, ketinggian gelombang juga mencapai 4 meter bahkan lebih.

Hal ini juga yang menyebabkan Kapal perintis KM. Sabuk Nusantara 39 rute kalimantan Barat Natuna , yang berlayar dari pelabuhan Serasan menuju Ranai , Rabu (20/12/2017), terpaksa kembali ke pelabuhan Serasan, setelah satu jam berlayar, dikarenakan cuaca buruk.

Dinas Perhubungan Kabupaten Natuna juga telah mengeluarkan surat edaran terkait dengan cuaca buruk ini, yakni agar pemilik dan nahkoda kapal dapat mentaati peraturan berlayar, serta terus memantau kondisi cuaca dengan tetap berkoordinasi dengan pihak Pelabuhan dan BMKG.

Kasi penunjang Keselamatan Pelayaran, Dinas perhubungan Kabupaten Natuna, Joko Susanto, mengatakan, izin berlayar serta sertifikat keselamatan Nahkoda dapat dicabut bila melanggar peraturan pelayaran.

“Dalam surat edaran itu telah ditegaskan, hal yang harus ditaati oleh pemilik kapal dan nahkoda, karena ini menyangkut keselamatan, keamanan dan kenyamanan pelayaran,” kata Joko.

Adw
 
Top