{[["☆","★"]]}
BATAM I KEJORANEWS.COM : Terkait tewasnya Moses Brian Reanaldy Dolok Saribu Taruna baru Tingkat I program studi Teknik Perawatan Pesawat Udara, Manajemen Politeknik Negeri Batam menggelar konferensi pers di Gedung POLTEK Batam. Kamis sore (27/07/17).

Dr. Priyono Eko Sanyoto Direktur Poktek Batam menyampaikan bahwa benar Moses Brian Reanaldy Dolok Saribu telah meninggal dunia hari Rabu, 26 juli 2017 pukul 19.28 Wib di RSUD Embung Fatimah. Namun meninggalnya mahasiswa tersebut menurutnya bukan dalam kegiatan Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (OSPEK) tetapi saat almarhum sedang mengikuti pendidikan dasar (DIKSAR) bela negara, Kedisiplinan, dan kepemimpinan taruna baru.

" Kegiatan ini hanya untuk Taruna baru Tingkat I dengan program studi Teknik Perawatan Pesawat Udara. Sekali lagi ini bukan kegiatan OSPEK. Dalam kegiatan DIKSAR ini kami bekerja sama dengan Batalyon Infanteri 10 marinir/SBY Batam. Kami mempercayakan sepenuhnya ke pihak profesional yang telah banyak dipercaya oleh beberapa instansi untuk melakukan kegiatan serupa," jelas Priyono

Ditambahkannya, bahwa sebelum mengikuti kegiatan tersebut  POLTEK Batam telah melakukan test kesehatan di Batam Medical Center (BMC).

" saat tes kesehatan itu, mereka didampingi oleh orang tua masing-masing mahasiswa, ini sebagai salah satu syarat untuk menjadi Taruna Baru jurusan Teknik Perawatan Pesawat Udara," bebernya.

Kegiatan itu menurutnya, dilakukan agar lulusan program studi tersebut mempunyai tanggung jawab atas status ready for flight pesawat udara.

" Kami menyampaikan bela sungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum Moses Brian Reanaldy Dolok Saribu semoga bahagia di surga di sisi Tuhan yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Kami juga bertanggung jawab atas semua biaya rumah sakit, visum dan proses pemakaman."  Terang priyono.

Sementara itu, Letkol Carles Lumbung Gaol dari Batalyon Infanteri 10 Marinir/SBY yang mendampingi dalam konfrensi pers menyebutkan, bahwa pihaknya telah mendapatkan kepercayaan untuk melatih DIKSAR tersebut, telah mempersiapkan dan melaksanakan program itu dengan sebaik-baiknya.

" Kami juga selalu menanyakan setiap apel pagi, apa ada Taruna yang dalam keadaan sakit? Agar dapat melaporkan kepada kami. Tidak ada paksaan dalam kegiatan ini, kami hanya melatih Taruna baru yang mempunyai kedisiplinan yang tinggi, akurasi, bela negara dan cinta tanah air tinggi. Tetapi musibah bisa saja terjadi kapanpun dan dimanapun, kami dan Poltek Batam serta pihak berwajib sedang mengumpulkan data-data akurat terkait meninggalnya Moses Brian Reanaldy Dolok Saribu," Terangnya.

Carles juga menyampaikan, pihaknya jajaran Batalyon Infanteri 10 Marinir/SBY menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Ananda Moses Brian Reanaldy Dolok Saribu.

Liza
 
Top