{[["☆","★"]]}
TEHERAN I KEJORANEWS.COM : Pasukan pemerintah Irak telah merebut kendali penuh atas Kota Tua Mosul, yang merupakan benteng terakhir teroris Daesh Takfiri di kota terbesar kedua di negara itu. Sabtu (8/7/17).

Juru bicara Komando Operasi Gabungan Irak, Brigadir Jenderal Yahia Rasoul, pada hari Sabtu mengumumkan bahwa tentara telah mendapatkan kembali kendali atas wilayah strategis tersebut, di mana pemimpin Daesh Ibrahim al-Samarrai alias Abu Bakr al-Baghdadi mendeklarasikan "khalifah" kaum ekstrimis "Kembali pada bulan Juli 20

Biro media Kementerian Pertahanan Irak juga menyatakan bahwa pasukan pemerintah telah membunuh 35 anggota Daesh dan melukai enam lainnya saat mereka menyelinap dari sisi barat Mosul ke sisi timur.

Dikatakan bahwa pasukan Polisi Federal menyelesaikan misi tempur mereka di Kota Tua dengan merebut kembali Jalan Nujaifi dan juga lingkungan al-Toub dan Souk al-Sagha, yang sebelumnya ditandai sebagai kantong terakhir yang tersisa dalam cengkeraman Daesh.

Tentara- tentara Irak dan pejuang sukarela dari Unit Mobilisasi Populer, yang biasa dikenal dengan nama Arab mereka, Hashd al-Sha'abi, telah melakukan sweeping terhadap Daesh sejak meluncurkan operasi Mosul pada 17 Oktober 2016.

Pasukan Irak menguasai Mosul timur pada Januari setelah 100 hari pertempuran, dan melancarkan pertempuran di barat pada 19 Februari.

Diperkirakan 862.000 orang telah mengungsi dari Mosul sejak pertempuran merebut kembali kota tersebut yang dimulai sembilan bulan yang lalu. Sebanyak 195.000 warga sipil juga telah kembali, terutama ke wilayah terbebas dari Mosul timur.

Editor : Boris HR
Sumber : presstv.com
 
Top