{[["☆","★"]]}
BATAM I KEJORANEWS.COM : Pada hari Senin tanggal 19 Juni 2017 sekira pukul 14.00 Wib, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Drs. S. Erlangga, diruang kerjanya menerangkan Tentang Apel Gelar Pasukan Operasi Ramadhaniya tahun 2017, yang dilaksanakan di Lapangan Engku Putri Batam Centre, pada hari Senin tanggal 19 juni 2017 sekira pukul 09.00 Wib.

Dikatakannya apel tersebut dipimpin Kapolda Kepri Irjen Pol Drs. Sam Budigusdian, MH , dihadiri oleh Segenap unsur pimpinan daerah, Para pejabat instansi sipil maupun TNI, Wakapolda Kepri, Irwasda Polda Kepri, para pejabat utama Polda Kepri, serta para peserta apel gelar pasukan.

Dalam sambutan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Polisi Drs. M. Tito Karnavian, M.A. Ph.D yang dibacakan oleh Kapolda Kepri menyampaikan,  apel gelar pasukan itu merupakan wujud kesiapan Polri dalam menghadapi kegiatan pengamanan hari raya Idul Ftri 1438 H, serta sebagai sarana untuk konsolidasi dan pengecekan personel beserta kelengkapan Sarpras, sebelum menghadapi tugas pengamanan di lapangan. Rencana operasi dan seperangkat cara bertindak yang telah dipersiapkan, diharapkan dapat dilaksanakan secara sinergis oleh seluruh unsur pengamanan yang terlibat, sehingga masyarakat indonesia dapat merayakan hari Raya Idul Fitri dengan aman, nyaman, lancar dan dipenuhi dengan rasa kebersamaan.


" Kegiatan pengamanan tahun ini, setidaknya ada 3 (tiga) point utama yang menjadi perhatian bapak Presiden RI, yakni terjaganya Stabilitas harga pangan, kondisi Kamtibmas yang kondusif, dan keamanan, kelancaran serta kenyamanan arus mudik dan arus balik. Dalam mewujudkan stabilitas harga pangan, Polri telah membentuk Satgas pangan untuk memantau dan menjaga harga pangan agar tetap stabil. Upaya tersebut diwujudkan melalui kerjasama dengan kementerian / lembaga terkait serta penegakan hukum yang tegas terhadap para pelaku penimbunan, pengoplosan, pemalsuan, maupun tindak pidana dan pelanggaran lainnya terkait pangan."

" Sedangkan untuk menjaga kondisi Kamtibmas yang aman dan kondusif, saya mengingatkan kepada seluruh kasatwil untuk mampu menekan angka kejahatan konvensional, seperti Curat, Curas, Curanmor, copet, bius, hipnotis, dan pencurian rumah kosong melalui peningkatan kegiatan pre-emtif, preventif dan represif. Lakukan langkah deteksi dini terhadap kerawanan yang ada dengan mengoptimalkan peran bhabinkamtibmas dan intelijen di lapangan. Berikan himbauan dengan Public Addres untuk mengingatkan masyarakat agar senantiasa waspada dan turut bersama – sama Polri dalam menjaga Kamtibmas. Di samping itu, saya tekankan kepada seluruh jajaran, untuk terus meningkatkan kegiatan Sambang dan Patroli di titik-titik rawan gangguan Kamtibmas, seperti terminal, pelabuhan, pemukiman yang ditinggal oleh pemilik, pusat perbelanjaan, bank dan ATM, serta tempat – tempat wisata yang ramai dikunjungi saat perayaan idul fitri."

" Berkaitan dengan kelancaran arus lalu lintas, saya menekankan agar seluruh personel bisa memberikan pelayanan secara all out. Berikan atensi penuh pada titik rawan Laka dan rawan macet yang ada, terutama pada puncak arus mudik yakni h-2 Idul Fitri dan puncak arus balik pada h+5 Idul Fitri. Beberapa terobosan diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi para pemudik, seperti keberadaan fasilitas kesehatan / ambulance mobile, layanan BBM mobile, WC umum, bengkel umum dan layanan mobil derek serta pendirian pos-pos pelayanan dan pengamanan yang dapat digunakan oleh para pemudik untuk beristirahat. Khusus bagi Satwil yang mempunyai aplikasi pelayanan publik berbasis teknologi informasi, agar dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan informasi maupun bantuan darurat. Perbanyak himbauan melalui pemasangan banner, spanduk, yang dapat dilihat oleh pengemudi agar mematuhi peraturan dan rambu lalu lintas. Saya berharap angka kecelakaan lalu lintas dapat berkurang dibandingkan dengan tahun sebelumnya."

" Operasi terpusat ramadhaniya tahun 2017 akan dilaksanakan selama 16 (enam belas) hari dengan melibatkan total 187.012 personel dari kepolisian serta dibantu stakeholders terkait, mulai dari k/l, unsur TNI, hingga jajaran Pemda. Pada pelaksanaan operasi tahun 2016 lalu, jumlah laka lantas mengalami penurunan sebesar 72 kasus (2,36%) jika dibandingkan tahun 2015, begitupula dengan korban meninggal dunia yang juga menurun sebanyak 88 jiwa (13,62%). Namun demikian, data gangguan Kamtibmas pada operasi tahun 2016 mengalami kenaikan sebesar 233 kasus (13,89%) jika dibandingkan dengan tahun 2015. Sedangkan angka kejahatan secara umum juga naik sebesar 164 kasus atau sebesar 10,98%. Untuk itu, pada kesempatan ini saya tekankan kepada seluruh jajaran untuk bekerja secara optimal. Fokus utama dalam menjaga kestabilan harga pangan, pemeliharaan kamtibmas yang kondusif, serta keamanan dan kelancaran arus mudik dan arus balik dapat dilakuan secara berimbang." Ujar Kapolda terkait operasi ramadhaniya tahun 2017 di Kepri.

" Ciptakan harmonisasi secara sinergi diantara seluruh stakeholders yang terkait, sehingga pelaksanaan pengamanan hari raya Idul Fitri 1438 H, dapat berjalan dengan lebih baik, aman, tertib dan lancar dibandingkan tahun sebelumnya. Seluruh jajaran hendaknya dapat bekerja dengan tulus dan ikhlas, terlebih awal operasi ini akan kita laksanakan dalam suasana bulan suci Ramadhan. Semoga hal ini dapat menjadi ladang ibadah dan berkah pahala bagi kita," tambahnya.

" Total hasil ops premanisme Polda Kepri tahun 2017 : orang yang diamankan : 75 (tujuh puluh lima) orang. Kendaraan bermotor : 32 (tiga puluh dua) unit sepeda motor. 1 (satu) bilah senjata tajam, 2 (dua) buah ketapel, 3 (tiga) botol miras dan 1 (satu) kantong plastik miras.


Pengungkapan kasus terjadi pada tanggal 11 Jan 2017, 08 Maret 2017, 13 Mei 2017, 06 Juni 2017, 08 Juni 2017, 27 Jan 2017, 03 Juni 2017, 12 Juni 2017, 04 Juni 2017, 06 Juni 2017, 09 Juni 2017, 10 Mei 2017, 11 Mei 2017, 06 Mei 2017, 22 Mei 2017.

" Dalam kasus itu yang menonjol adalah 5 kasus pencurian dengan pemberatan (Curat) yang terjadi pada tanggal 11 Jan 2017, dengan tersangka berinisial Cs,sy,a,my,za,rs,ab,s,aa,t yang masih dalam proses. Dan 10 kasus Curanmor yang terjadi pada tanggal 27 jan 2017,dengan tersangka berinisial S,rat,ji,as,rg,jis,as,st,ah,ra,dgrn,c,rd,ar,a,ay,h,axr, yang juga dalam proses," terang Kapolda.

Jumlah kekuatan ops Ramadhaniya seligi 2017 adalah : Kekuatan personil kotinjensi polda kepri dan jajaran : 2.553 personil, Kekuatan personil sesuai Dipa Ta 2017 : 300 personil polda Kepri dan jajaran, Kekuatan personil TNI : 250 personil, dan Kekuatan personil instansi samping : 311 personil, Pos pengamanan : 22 lokasi, Pos pelayanan : 22 lokasi dan Cctv : 22 lokasi

Operasi kepolisian terpusat dalam rangka pengamanan idul fitri 1438 h adalah bersifat terbuka dalam bentuk operasi Harkamtibmas dilaksanakan dengan memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat, sehingga masyarakat dapat merayakan idul fitri dengan rasa aman dan nyaman, sesuai dengan tujuan operasi yaitu :

1.Terjaminnya rasa aman warga masyarakat dalam merayakan Idul Fitri 1438 h dengan aman, lancar dan tertib;

2.Terwujudnya situasi dan kondisi Kamtibmas yang aman, kondusif dan terkendali sebelum, pada saat dan paska Idul Fitri1438 H.

Bid Humas Polda Kepri
 
Top