{[["☆","★"]]}
NATUNA I KEJORANEWS.COM :Dalam upaya meningkatkan masuknya wisatawan dari luar ke Natuna, serta memberi nilai lebih terhadap potensi wisata didaerah ini,  Dinas wisata Kabupaten Natuna mengupayakan berbagai cara diantaranya dengan menetapkan branding dari pariwisata di Natuna.  Upaya tersebut dilakukan tidak hanya oleh Dinas Pariwisata, namun juga melibatkan unsur terkait lainnya hingga pelaku usaha dibidang pariwisata.

Keterlibatan semua unsur tersebut diawali dengan dilaksanakannya Fokus Grup Discusion (FGD) yang digelar di Rumah Makan sisi Basisir Ranai, (6/4/2017).

Dalam FGD yang diikuti lebih kurang 40 orang peserta tersebut, dibahas mengenai upaya mengangkat potensi pariwisata dan beberapa item yang bisa dijadikan Branding wisata Natuna.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Natuna Erson Gempa Afriandi, kepada wartawan usai FGD mengatakan, penetapan branding wisata ini juga tidak terlepas dari target wisatawan yang ditetapkn oleh Keentrian Pariwisata untuk tahun 2017.

" Pemerintah telah menargetkan 15 juta wisatawan baik lokal maupun mancanegara, dari jumlah itu, provinsi Kepri dapat target 3 ribu wisatawan, nah Kabupaten Natuna sendiri dapat target 175 ribu wisatawan dari 3000 itu," jelas Erson.


Selama ini potensi wisata yang ada di Natuna masih belum dapat menarik wisatawan dari luar, sehingga  perlu dilakukan pembenahan dan peningkatan  potensi objek wisata.

Selain itu tambah Erson, pariwisata tidak terlepas dari sektor lainnya, terutama transportasi. Leterbatasan transportasi dari dan menuju Natuna selama ini ,menjadi penyebab utama minimnya wisatawan luar yang datang berkunjung.

"Dunia pariwisata tidak bisa berdiri dan berjalan sendiri, oleh karena itu kita bekerja sama dengan dinas atau instansi , dan lembaga lainnya seperti untuk pembangunan infrstruktur yang lengkap, fasilitas bandara, jaringan internet dan juga jaringan listrik. Nah disinilah pentingnya pemasaran pariwisata, disini jugalah keterlibatan pihak lain dalam memenuhi semua yang diperlukan untuk menunjang promosi wisata,"tambah Erson.
Menurut Erson, Natuna juga harus memiliki icon brand wisata seperti daerah lain, seperti bali yang terkenal dengan pulau dewata serta daerah wisata lainya, yang telah di kenal dunia memiliki brand wisata sesuai dengan identitas daerah mereka.

Dalam diskusi tersebut, Both sudargo pengelola destinasi wisata Natuna Alif Stone Park yang berlokasi di sepempang berpendapat bahwa, Natuna kaya akan batu granit yang paling tertua di dunia, serta termahal bila di olah menjadi keramik, oleh sebab itu, dirinya berharap agar pemerintah daerah tidak mudah memberi izin kepada investor untuk mengambil batu granit dari Natuna.

"Di samping menghasilkan keramik bernilai sangat mahal, batu keramik kita ukuranya juga sangat besar dan menambah pesona keindahan wisata kita, jadi sebaiknya batu-batu granit ini kita jaga bila perlu untuk kebutuhan pembangunan kita ambil batu dari luar Natuna",  terang both sudargo.

Dirinya juga memuji tentang keanehan-keanehan batu granit tersebut, sehingga memiliki nama-nama tersendiri sesuai dengan history batu yang di maksut.

"Saya berharap batu-batu yang telah memiliki nama tersebut di jaga kelestarianya, jangan sampai kaya batu hitam, yang dulu ada batunya, sekarang tak ada, tapi namanya masih melekat batu hitam," kritik Both sudargo.

Dari berbagai masukan dari forum diskusi tersebut, Erson Gempa dan para pakar bidang wisata yang di undangnya, akan mengkaji segala informasi wisata Natuna, dan berjanji akan melouncing Brand Wisata Natuna, pada tanggal 27 juli mendatang yang bertepatan dengan hari jadi kota Ranai.

Adw
 
Top