{[["☆","★"]]}
NATUNA I KEJORANEWS.COM :Bank Indonesia memprakarsai pelaksanaan Survei dan Forum Grup Discusion, terkait riset identifikasi potensi ekonomi daerah terpencil didukung elektrifikasi dari energi terbarukan, studi kasus Natuna. Kamis (6/4/17) di ruang pertemuan Natuna Hotel.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Bupati Natuna dan dihadiri oleh perwakilan Kementerian KKP, IPB, Dewan Reserch Nasional Kementerian ESDM, BI wilayah Kepri serta pelaku usaha Perikanan Natuna.

Budi Suharjo peneliti dari IPB yang memimpin diskusi dalam pemaparan hasil survei yang dilakukan BI dengan IPB, menyampaikan  Natuna memiliki potensi perikanan yang sangat besar. Maka fokus diskusi dititik beratkan pada permasalahan dalam sektor perikanan di Natuna.

Berdasarkan survei tersebut,  didapati permasalahan yang dihadapi pada sektor perikanan Natuna yakni masih tradisionalnya alat tangkap yg digunakan nelayan tempatan, saat musim utara tiba nelayan Natuna tidak melaut padahal pada musim itu ikan sedang banyak, budaya nelayan Natuna soliter dan mereka senang sendiri-sendiri daripada berkelompok.

Hal itu mengakibatkan, dari potensi perikanan sebesar 1,1 juta ton, hanya 14 persen saja yang baru di produksi .

Permasalahan lainnya yakni kapal bantuan KKP pada tahun 2016 lalu hingga kini masih terkendala masalah perizinan, kapasitas kapal tersebutpun kurang sesuai menurut penerima bantuan.

Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Kepri, Gusti Raizal mengatakan kegiatan tersebut merupakan hasil kerjasama antar lembaga dan juga melibatkan Dewan Riset Nasional(DRN).

" Natuna kan masuk dalam rencana strategis nasional, maka dari itu kita adakan kerjasama antar lembaga untuk melakukan kegiatan ini, sehingga hasilnya bisa implementatif untuk Natuna". Ujarnya.

Gusti Raizal menambahkan,Survei dilakukan selama 3 minggu, yang kemudian hasilnya  di diskusikan bersama seluruh pemangku kepentingan.

" Kami memetakan ikan tangkap, bagaimana usahanya , bagaimana pemasarannya, serta demografi daerah. Hasilnya itu nanti kita sajikan ke investorm, hal ini merupakan program BI mendukung kebijakan Pemerintah Pusat." Papar Gusti Rizal.

Adw
 
Top